/
Selasa, 28 Maret 2023 | 16:18 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster. ([Instagram @kostergubernurbali])

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tak bisa menyembunyikan kekecewaan sejumlah pihak yang menolak kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023.

Akibat penolakan itu, Indonesia diambang pembatalan sebagai tuan rumah setelah sebelumnya FIFA juga membatalkan agenda drawing.

Gubernur Bali, I Wayan Koster jadi salah satu public enemy dan menjadi sorotan Gibran usai menolak kehadiran Timnas Israel.

Gibran pun mempertanyakan adanya kesepakatan bersama yang telah ditandatangani kepala daerah yang menjadi venue Piala Dunia U-20, termasuk Koster.

"Ngapain mereka (Gubernur Bali), tanda tangan kalau ujungnya seperti ini (protes Israel). Harusnya tidak seperti ini," tegas Gibran dilansir dari Timlo.net, Selasa (28/3/2023).

"Kalau saya memegang komitmen, apa yang sudah tandatangani perjanjian itu saya komitmen. Kalau dipermasalahkan, harusnya sejak dulu-dulu, kenapa baru sekarang," tambah dia.

Ia mengatakan pihaknya merasa kasihan dengan Ketua PSSI Erick Thohir yang harus ke Zurich, Swiss untuk lobi FIFA terkait Piala Dunia U-20.

Bahkan, Pemkot Solo juga sudah keluar banyak anggaran banyak untuk menyiapkan venue serta lapangan latihan.

"Aku kan uwis (saya kan sudah) tandatangan, kewajiban (tuan rumah) seperti apa. Mesakke (kasihan) Pak ketum (Erick), yen aku (kalau saya) komitmen dengan segala konsekuensi," tuturnya.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Bogor Lengkap dengan Bacaan Doanya, Hari Ini Selasa 28 Maret 2023

Disinggung terkait kemungkinan Piala Dunia U-20 dipindah ke Peru dan Piala Dunia U-17 di Indonesia, Gibran menyerahkan keputusan pada PSSI dan Kemenpora.

"Saya ngikut pak ketum PSSI dan Pak Menpora soal itu (Piala Dunia U-20 dipindah ke Peru). Saya barusan juga sudah menghubungi Pak Erick, hasilnya rahasia," katanya.

Load More