Suara Joglo - Banyak kedai-kedai makanan di tengah masyarakat yang menggunakan kertas korban sebagai bungkus makanan dan jajanan. Padahal, terungkap kalau ternyata hal itu sangat berbahaya.
Selain itu, kertas koran juga tidak higienis dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Kediri pun memperingatkan dan menganjurkan para pedagang agar tidak menggunakan koran sebagai bungkus makanan.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dokter Fauzan Adima. Ia mengemukakan kertas koran yang digunakan untuk membungkus makanan tidak bisa dijamin kebersihannya. Selain itu, tinta yang terdapat pada koran bisa menimbulkan penyakit jika terkontaminasi pada makanan.
"Masih banyak yang belum memahami bahayanya, jadi kami harapkan semua pedagang mematuhi imbauan ini untuk tidak menggunakan koran sebagai bungkus makanan karena bisa membahayakan kesehatan," katanya di Kediri dikutip dari ANTARA, Sabtu (01/03/2023).
Pihaknya telah melakukan sidak ke sejumlah pedagang penjual takjil. Pihaknya memberikan edukasi, bahwa tinta dikhawatirkan dapat meleleh dan mencemari makanan jika terkena panas. Tinta adalah salah satu bahan berbahaya untuk dikonsumsi.
"Sayang sekali jika makanan sebenarnya sudah aman, namun karena terkontaminasi bungkus koran menjadi berbahaya," kata dia.
Sidak digelar di dua lokasi berbeda yaitu di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Kediri. Total sebanyak 35 sampel yang diambil secara acak dari para pedagang.
Pihaknya juga melakukan uji kandungan yang terdapat pada makanan yang dijual di antaranya pada tahu, kerupuk, janggelan, dan keripik usus.
"Alhamdulillah, dari sampel yang diambil semuanya negatif, baik dari pewarna, bahan pengawet, boraks dan dari bahan-bahan berbahaya lainnya," kata Fauzan.
Baca Juga: Brand Lokal Wajib Tahu, Cara Bikin Iklan Digital Agar Jualan Moncer Sampai Lebaran
Pihaknya juga akan melakukan sidak ke tempat-tempat lain yang disinyalir menjadi titik-titik baru sentra penjual takjil di Kota Kediri. Sidak dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dijual aman dari bahan berbahaya.
"Sidak ini tidak cuma dilakukan saat bulan Ramadhan saja, rencananya akan kami lakukan setiap satu bulan sekali dan akan diperluas ke tempat-tempat lain," kata Fauzan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra yang ikut melakukan sidak takjil mengatakan kegiatan yang dilakukan pihaknya bersama instansi terkait untuk memberikan jaminan dan memastikan makanan yang dijual oleh pedagang aman untuk dikonsumsi masyarakat.
"Seperti yang diketahui, antusias masyarakat saat Ramadhan untuk membeli takjil sangat tinggi. Kami memastikan makanan yang dijual di dua lokasi ini memang aman untuk dikonsumsi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya," kata Kapolres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026