Suara Joglo - Indonesia menjadi salah satu negara yang pernah mendapatkan hukuman dari FIFA. Hal tersebut terjadi pada tahun 2015 silam lantaran adanya dualisme dalam tubuh PSSI dan intervensi dari pemerintah.
Hanya saja Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang pernah dijatuhi hukuman oleh FIFA. Berikut sederet negara yang sempat merasakan hukuman dari FIFA.
1. Meksiko
FIFA pernah menjatuhkan hukuman terhadap Meksiko dengan cara melarang negara tersebut bermain di Piala Dunia 1990 di Italia. FIFA menjatuhkan hukuman setelah Meksiko diketahui memainkan empat pemain senior di babak kualifikasi World Youth Championship 1989.
2. Myanmar
Fans Myanmar pada tahun 2011 sempat bertindak anarkis pada laga melawan Oman di babak Kualifikasi Piala Asia. Laga pun terpaksa dihentikan dan Oman dinyatakan sebagai pemenang. Pada ajang berikutnya Myanmar dilarang bermain di turnamen yang sama pada tahun 2018.
3. Kuwait
Tahun 2016 silam Kuwait tidak bisa bertanding dalam laga melawan Myanmar pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Sebelum itu, FIFA juga pernah menjatuhkan hukuman kepada Kuwait lantaran adanya intervensi pemerintah.
4. Chile
Baca Juga: Kacau! Lagi Bulan Ramadan, 4 Remaja Di Tebet Malah Asyik Pesta Miras
Chile pada tahun 1994 dilarang oleh FIFA bermain di babak kualifikasi Piala Dunia. Hal tersebut terjadi karena pada edisi 1990 Chile mencoba mengambil slot lolos Brasil.
5. Yugoslavia
Negara yang saat ini sudah tidak ada namun dulu Yugoslavia merupakan salah satu negara besar yang berada di Benua Biru Eropa. FIFA dan UEFA pernah menjatuhkan hukuman larangan bermain terhadap negara itu pada Piala Dunia 1994.
6. Afrika Selatan
Pada tahun 1961 FIFA menjatuhkan hukuman larangan (banned) kepada Afrika Selatan. Di tahun yang sama juga marak politik anti-apartheid serta gerakan boikot Afrika Selatan.
7. Rusia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Gubernur Rudy Mas'ud Tegaskan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Kaltim
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Sinopsis Premium Rush: Aksi Kurir Sepeda Hindari Polisi Korup, Tayang di Bioskop Trans TV
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah