Dukun Slamet yang membunuh 12 korbannya dengan motif pembunuhan berencana dengan modus penggandaan uang ternyata punya sepak terjang yang bikin terkejut.
Dukun Slamet yang diketahui bernama Tohari (45) merupakan residivis uang palsu yang pernah beroperasi di Pekalongan. Polres Pekalongan pernah menyelidiki kasus pereedaran uang palsu yang dilakukan dukun Slamet.
Polres Pekalongan sendiri sempat menyita sebanyak 1.491 lembar uang palsu. Barang bukti berupa pecahan uang Rp100 ribu itu disita dari tiga pelaku, yang salah satunya dukun Slamet.
Dukun pengganda uang itu ditangkap bersama Aziz (32) dan Ahmad Murtadi (49). Ketiganya diciduk saat bertransaksi di salah satu minimarket daerah Gemawang, Pekalongan.
Sepak terjang dukun Slamet dilakukan sekitar tahun 2019. Saat itu, dukun Slamet ditahan dan bebas pada 2022.
Bukannya kapok, dukun Slamet melakukan upaya yang sama dengan menipu para korbannya selepas pindah ke Banjarnegara.
Slamet diketahui menawarkan 'kemampuannya' membuat uang jadi lebih banyak di Facebook. Hal itu malah mendapat tanggapan serius dari netizen yang tertarik untuk menggandakan uang.
Dukun Slamet janjian untuk bertemu para korbannya yang sudah membawa uang. Tapi uang tersebut bukannya dijampi-jampi, justru digunakan untuk dirinya sendiri.
Modusnya terbongkar saat korban PO dilaporkan hilang oleh anaknya GE. Korban asal Sukabumi, Jawa Barat itu diketahui berniat menggandakan uang dan mengajak anaknya ke Banjarnegara.
Setelah memberi uang ke dukun Slamet, PO dan anaknya kembali ke rumah. PO pun meminta janji Slamet untuk menggandakan uang.
Diketahui, PO justru diracun dengan potas. PO juga sudah mengirimkan pesan ke anaknya, jika ia tak kunjung kembali ke rumah dalam beberapa hari, GE harus melaporkan.
Aksi keji dukun Slamet ternyata berakhir di korban PO. Polres Banjarnegara melakukan penyelidikan, dan yang membuat terkejut, tak hanya PO saja yang jadi korban. Tapi 12 orang lain, menjadi korban kebrutalan dukun Slamet yang menipu hingga mengubur korban di lahan miliknya.
Berita Terkait
-
Dukun Slamet Ditangkap Polisi atas Aksi Kejinya, Istri justru Bahagia karena Dibuat Sakit Hati selama Berumah Tangga
-
Aksi Dukun Slamet yang Bisa Gandakan Uang di Banjarnegara Terbongkar, Netizen: Mau Kaya Itu Kerja yang Ulet, Bukan ke Dukun
-
Ini Awal Mula Aksi Keji Dukun Slamet Terbongkar, Ngaku Bisa Gandakan Uang hingga Bunuh Korban-korbannya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Persipura Jayapura Siap Mati-matian Hadapi Adhyaksa demi Tiket Promosi
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
5 Shio yang Diprediksi Meraih Kesuksesan 8 Mei 2026, Kamu Termasuk?
-
Erick Thohir Tak Ikut Campur soal Hasil Piala AFF U-19 2026
-
Crystal Palace Ukir Sejarah, Tantang Rayo Vallecano di Final Liga Conference
-
Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara
-
Pelatih Sassuolo Bagikan Kabar: Kondisi Jay Idzes Sedikit Lebih Buruk