Food Vlogger, Magdalena banjir kritikan warganet usai memberikan pernyataan kontroversial dalam podcastnya bersama Samuel Christ. Mengenai hal tersebut, Magdalena pun memberikan klarifikasinya.
"Di sini aku mau minta maaf atas pernyataanku dalam video podcast bersama Samuel Christ, yabg akhirnya memberikan kesan negatif dan salah penafsiran banyak pihak," ujar Magdalena, dikutip dari unggahan @Insta_Julid, Jumat (7/4/2023).
"Tentu itu semua tidak mewakili bagaimana aku dan tim dalam 8 tahun terakhir ini bener-bener berjuang dengan tulus mendigitalisasi ribuan UMKM kuliner di Indonesia," lanjutnya.
Ia pun menjelaskan bagaimana prosedur dirinya dan tim MGDALENAF dalam membuat konten review UMKM kuliner di Indonesia.
"Perlu dipahami sebelumnya, untuk bekerja sama dengan media MGDALENAF terdapat dua sistem, yaitu periklanan atau endorsment dan juga review secara sukarela, di mana pelaku usaha tidak dipungut biaya apapun," ungkap Magdalena.
"Dan di sini aku mau menjelaskan prosedur secara detail bagaimana kerja sama review sukarela itu dilakukan," lanjutnya.
Sebagai langkah awal, tim MGDALENAF akan melakukan riset sekaligus kurasi yang objektif untuk menyasar UMKM yang dituju. Selanjutnya, tim baru akan meminta izin untuk melakukan syuting kepada para pelaku usaha terpilih.
Dalam kesempatan permohonan izin tersebut, baik melalui pesan online maupun kunjungan langsung, tim MGDALENAF akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai portofolionya. Salah satu instrumen yang ditunjukkan adalah jumlah followers.
Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan agar pelaku usaha mengerti bagaimana manfaat digitalisasi dari media MGDALENAF. Tahap tersebut pun hanya dilakukan saat meminta permohonan syuting.
Baca Juga: Minta Bantuan Wali Kota, Warga Bontang Ngaku Disekap dan Dijual ke Suriah
Bahkan, tim reviewer dari media MGDALENAF juga selalu berinisiatif untuk membayar makanan yang direview.
"Aku berterima kasih pada kalian yang memberikan kritik dan saran, tentunya hal itu akan menjadi evaluasi buat aku dan tim. Apapun yang terjadi, aku akan tetap semangat untuk membantu mendigitalisasi UMKM kuliner di Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup