Pesulap Merah atau yang bernama asli Marcel Radhival dikabarkan meninggal dunia setelah adu kesaktian dengan seorang dukun.
Bahkan namanya dikaitkan dengan Ibu Ida Dayak si ahli pengobatan dengan menggunakan ilmu-ilmu dan kesaktiannya, hingga mengalami nasib nahas itu.
Kabar kematian Pesulap Merah sendiri dibagikan oleh salah satu kanal YouTube bernama TC Media. Dalam judul video juga disebutkan pria 27 tahun itu meninggal akibat kalah sakti.
"Innalillahi. Marsel Radival Meninggal Dunia Usai Adu Kesaktian dengan Dukun," tulis judul video dikutip, Rabu (12/4/2023).
Namun benarkah Pesulap Merah atau Marcel Radhival ini benar meninggal dunia?, simak penjelasannya di bawah ini.
Penjelasan
Marcel Radhival menjadi sorotan lagi setelah perseteruannya dengan Gus Syamsudin di Jawa Timur lalu.
Kali ini namanya kembali terseret karena diduga menyenggol kemampuan Ibu Ida Dayak yang mampu menyembuhkan patah tulang bahkan kondisi tulang manusia yang bengkok secara tak nalar.
Dalam video empat menit tersebut narator menyebut bahwa Marcel Radhival meninggal karena mendapat santet di Jakarta. Ia meninggal karena kalah adu kesaktian dengan ilmu pedalaman Kalimantan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Kelelahan Tangani Pasien yang Membludak, Ida Dayak Meninggal Dunia
Narator menyebutkan bahwa awalnya Marcel Radhival menerima santet dan biasa saja. Tapi lama-lama dia lemas dan muntah hingga meninggal dunia.
Namun video itu tak menunjukkan pemakaman atau wajah Marcel Radhival yang benar-benar meninggal dunia.
Justru, akun Instagram resmi Marcel Radhival @marcelradhival1 mengambil tangkapan layar video tersebut dan dibagikan di feed Instagram-nya.
"Waah sekarang saya jadi hantu, chuaks terr," tulisnya.
"Kalau di share ke TikTok atau group keluarga pasti pada percaya nnih sama berita sampah beginian. Bhahaha parah memang, dari kasus saya difitnah (lagi) ini, membuktikan banyak masyarakat Indonesia yang minim literasi alian gampang percayaan terhadap hal yang tidak ada buktinya," tambah Marcel.
Kesimpulan
Dari klarifikasi Pesulap Merah di akun pribadinya menunjukkan bahwa video tersebut masuk dalam kategori menyesatkan.
Hal ini tentu menjadi bahaya bagi penontonnya jika tak jerni dalam menerima informasi yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar