/
Kamis, 13 April 2023 | 18:23 WIB
Masjid Al Aqsa ([Istimewa])

Polemik soal komplek Masjid Al Aqsa terus terjadi. Terbaru, Israel menyerang tempat suci tersebut. 

Namun demikian, Israel melarang pihak selain umat Islam untuk mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur sampai akhir Ramadhan guna meredakan ketegangan.

Hal itu pun disambut positif oleh banyak pihak. Salah satunya adalah Turki.

Melalui sambungan telepon, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen membahas perkembangan terkini Masjid Al Aqsa, menurut sumber diplomatik Turki.

Panggilan telepon itu berlangsung sehari setelah ada pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang larangan "naik ke Bukit Bait Suci (kompleks Masjid Al Aqsa) sampai akhir Ramadhan" bagi pengunjung dan wisatawan Yahudi.

Cavusoglu menekankan bahwa provokasi tidak boleh terjadi lagi di masjid Al Aqsa.

Menurut sejumlah sumber, Menlu Turki mengatakan negaranya akan memberikan kontribusi apa pun yang memungkinkan untuk mengurangi ketegangan.

Situasi di seluruh wilayah Palestina semakin memanas setelah pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dan mengusir para jemaah pekan lalu.

Penyerbuan Israel terhadap Masjid Al Aqsa memicu tembakan roket dari Jalur Gaza dan Lebanon, yang juga menuai aksi balasan dari Israel lewat serangan udara dan artileri.

Baca Juga: Klaim Buka Komunikasi, Koalisi Besar Tak Masalah Kalau PDIP Pilih Maju Pilpres Sendirian

Masjid Al Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Sementara, Yahudi menyebut kompleks Masjid Al Aqsa sebagai Bukit Bait Suci lantaran dua kuil Yahudi berada di tempat tersebut pada zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, yang merupakan lokasi dari masjid Al Aqsa, selama perang Arab-Israel pada 1967.

Israel mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sumber: Anadolu

Load More