Suara Joglo - Permasalahan yang menjadi perhatian serius dan sifatnya rutin saban tahun di Ponorogo tidak melulu soal kemacetan arus mudik. Namun ada juga masalah tradisi menerbangkan balon udara raksasa.
Setiap tahun, kepolisian setempat mewanti-wanti masyarakat Ponorogo agar menghapus tradisi itu. Sebab tradisi menerbangkan balon udara raksasa ini bisa dibilang sangat membahayakan dan lebih banyak mudharatnya.
Seperti disampaikan Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo dan Bupati Sugiri Sancoko. Keduanya meminta warga setempat tidak menyalakan balon udara dan petasan di momentum Idul Fitri sekarang.
"Kita ingatkan lagi kepada masyarakat, untuk tidak menerbangkan balon udara tanpa awak yang disertai dengan petasan. Sebab, sangat membahayakan," kata Kapolres AKBP Catur C. Wibowo, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (18/4/2023).
Bagi masyarakat yang nekat menerbangkan balon udara ataupun menyalakan petasan, pihaknya akan menindak tegas. Alasannya, berbahaya untuk lalu lintas udara, apalagi jika balon udara tanpa awak itu turun mengenai rumah, bisa menyebabkan kebakaran.
"Akan kita tindak tegas mereka-meraka yang masih nekat," ujarnya mengimbuhkan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Orang nomor satu di Ponorogo itu mengimbau masyarakat tidak membunyikan petasan dan melarang menerbangkan balon. Hal itu supaya saat lebaran nanti kondisinya aman.
"Eman-eman, kita imbau untuk tidak menyalakan mercon dan tidak menerbangkan balon udara, berbahaya. Supaya Ponorogo aman saat Idul Fitri nanti," katanya.
Selama ini, ada sejumlah kejadian di Ponorogo akibat balon udara maupun petasan. Ledakan yang diakibatkan oleh bubuk petasan sebesar 10 kilogram terjadi di Dusun Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo pada 28 April 2021 lalu.
Baca Juga: HeHa Forest Yogyakarta, Cara Beda Menikmati Sejuknya Liburan di Kaliurang
Akibat kejadian itu, kakak beradik bernama Sunardi dan Samuri tewas. Keduanya terkena ledakan saat akan mencampur bahan-bahan untuk membuat petasan.
Balon udara tanpa awak dengan membawa petasan jatuh di depan rumah warga di Dusun Demalang, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman. Akibat ledakan tersebut, empat rumah warga rusak. Jendela kaca hancur dan ada pintu di salah satu rumah warga hancur.
Selain sejumlah warga, kerasnya ledakan juga membuat beberapa jendela kaca di SMPN 2 Kauman yang jaraknya 300 meter dari ledakan juga ikut pecah. Kejadian itu terjadi pada Jumat (6/8/2021) pagi.
Kemudian pemuda asal Desa Sambilawang Kecamatan Bungkal bernama Iqbal harus merelakan beberapa jarinya putus akibat terkena ledakan petasan yang dinyalakan sendiri. Kejadian berdarah itu terjadi pada Senin (4/4/2022) malam di area persawahan masuk Dusun Suki Desa Sambilawang.
Kejadian naas itu berawal saat korban atau Iqbal hendak menyalakan mercon yang berukuran diameter 5 centimeter di tengah sawah. Dengan korek api di tangan, korban kemudian menyalahkan merconnya. Namun, setelah disulut oleh api, mercon tidak kunjung meledak atau mejan.
Beberapa saat kemudian korban bermaksud untuk mengeceknya. Dipeganglah mercon itu, dan tiba-tiba malah meledak.
Berita Terkait
-
Tirakat Anies Baswedan Sejak Awal Ramadan Lalu Berakhir di Tegalsari Ponorogo
-
Jaga Ketahanan Pangan Melalui Kegiatan Sedekah Hasil Bumi dan Gelar Budaya Reog Ponorogo
-
Warga Ponorogo Korban Tanah Gerak Bakal Direlokasi, Total Ada 43 Unit Rumah DIsiapkan
-
Bahaya Banget! Sebegini Parahnya Gerak Rekahan Tanah di Ponorogo
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Nasib Sial Tesla Cybertruck Gagal Uji Fitur Wade Mode Hingga Berakhir di Tangan Petugas
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
Dituding Tak Objektif, Pemprov Sulsel Siap Buka-bukaan Seleksi Paskibraka Nasional
-
4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
Keajaiban Como 1907: Tim Berisi Remaja yang Dibawa Fabregas ke Liga Champions
-
Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian
-
Rekomendasi Film Komedi Netflix, Aksi Kocak Kevin Hart di The Man from Toronto
-
Urutan Skincare Pagi Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
SF Hariyanto Kembali Ganti Plt Kepala Dinas PUPR Riau, Ada Apa?