- Ahmad Bahar dan tim hukumnya mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK pada Senin, 25 Mei 2026 di Jakarta.
- Permohonan diajukan menyusul dugaan penyanderaan serta intimidasi yang dialami Ilma Sani Fitriana oleh pihak Hercules Rosario.
- Pihak pemohon meminta perlindungan fisik dan bantuan psikologis guna mengatasi trauma akibat ancaman serta teror yang diterima.
Suara.com - Ahmad Bahar bersama tim kuasa hukumnya mengajukan permohonan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Permohonan ini menyusul konflik antara pihak Ahmad Bahar, yang melibatkan putrinya Ilma Sani Fitriana, dengan Ketua Umum Grib Jaya, Hercules Rosario de Marshall.
Salah satu kuasa hukum Ahmad Bahar, yang juga merupakan Ketua Bidang Riset dan Advokasi LBH AP PP Muhammadiyah, Ghufroni mengatakan, permohonan perlindungan dilakukan atas perkara dugaan penyanderaan yang sebelumnya menimpa Ilma.
“Kebetulan kami dari beberapa perwakilan LBH dari koalisi ormas Islam ini sebagai tindak lanjut dari kasus dugaan penyanderaan yang telah kita laporkan pada hariJumat yang lalu ya,” kata Ghufroni, di LPSK, Senin (25/5/2026).
Ghufroni mengatakan, permohonan perlindungan ini dilakukan mengingat sebelumnya, anak buah Hercules mendatangi kediaman Ahmad Bahar.
Namun akibat saat itu Ahmad Bahar sedang tidak berada di rumah, anak buah Hercules meminta Ilma melakukan klarifikasi atas dugaan pengancaman yang dilakukan melalui pesan WhatsApp.
Adapun, jenis permohonan perlindungan yang dimohonkan oleh pihak Ahmad Bahar di antaranya, perlindungan fisik.
“Mengingat karena masih rawan adanya kedatangan-kedatangan dari anggota GRIB ini,” katanya.
Bahkan, kata Ghufroni, mereka mendapat kabar jika Hercules hari ini ingin mendatangi kembali rumah Ahmad Bahar. Meski itu tidak terjadi, namun menimbulkan sebuah kekhawatiran bagi Ahmad Bahar.
Baca Juga: Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
“Bahkan hari ini, kami mendengar juga Hercules informasinya tadi mau mendatangi rumahnya Ahmad Bahar dan akan menemui Ahmad Bahar,” katanya.
“Walaupun itu terjadi, tetapi kita tidak tahu bahwa bisa jadi besok, lusa, mereka akan datang dan melakukan intimidasi, teror, dan lain segala macam,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Ghufroni, pihaknya juga meminta LPSK untuk memberikan bantuan secara psikologis.
“Karena Mbak Ilma ini terguncang jiwanya dan LPSK punya program untuk itu. Jadi ada beberapa program yang kita minta kepada LPSK, semoga permohonan kita bisa dikabulkan,” pungkasnya.
Diketahui, perkara ini mencuat pertama kali saat istri Hercules menerima teror dari pesan WhatsApp. Pesan tersebut datang dari penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani.
Sebabnya, para anak buah Hercules mendatangi kediaman Ahmad Bahar. Namun saat itu, Ahmad Bahar sedang tidak di rumah sehingga putrinya diminta bertemu langsung dengan Hercules untuk menjelaskan persoalan ini.
Berita Terkait
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api
-
Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe