Putri Gus Dur Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau Alissa Wahid memberikan komentar soal perbedaan penentuan hari raya Idul Fitri.
Perbedaan itu sudah terjadi sejak dulu. Apalagi kini berkembangnya teknologi dan organisasi Islam di Indonesia.
Alissa Wahid pun memiliki pandangan sendiri soal perbedaan waktu hari raya Idul Fitri. Ia pun memberi alasan kalau Nahdlatul Ulama (NU) lebih memilih merayakan lebaran bersama pemerintah.
"Saya ingat pernah berbeda pas saya kecil. Gus @na_dirs benar, bahwa NU memilih utk taat kepada Pemerintah sebagai waliyul amri walaupun pandangannya berbeda," tulisnya di Twitter yang dikutip pada Rabu (19/4/2023).
"Jadi waktu itu, NU tetap ikut Lebaran. #GusDur komen "ya nanti yang menanggung dosa jadinya Pemerintah"," jelas Alissa Wahid.
Ia pun juga menjawab sindirian dari netizen yang menyebut Menteri Agama dari NU terus.
"Bukan taat, NU mayoritas dan penentu.. Coba sekali kementerian agama 'kasih' ke Muhammadiyah, apakah NU akan 'Nurut' ke pemerintah," tulis akun @najib_yusuf.
"Menteri Agama beberapa kali dari Muhammadiyah. Pak Mukti Ali ya Muhammadiyah. Pak Fakih Usman. Yang paling dekat dg masa kini : pak Malik Fajar.. Santai, mas," tulis Alissa Wahid.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Kargo Operasional Kapal, PIS Gandeng Aparat TNI AL
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan