/
Jum'at, 12 Mei 2023 | 16:49 WIB
Ahli forensik Polri Kombes Pol Sumy Hastry ([Nenk_Update/Instagram])

Dokter forensik Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengungkapkan kasus pembunuhan di Subang merupakan kasus terberat yang ditanganinya. Hal itu terungkap kala ia menjadi bintang tamu di acara Deddy Corbuzier. 

Dalam obrolan di channel YouTube Deddy Corbuzier itu, ahli forensik Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengaku dari sekian kasus yang ditanganinya, kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Subang merupakan kasus yang berat untuknya. 

Sosok yang pernah mengautopsi Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi itu bercerita, dalam kasus pembunuhan di Subang, ia telah melakukan autopsi sebanyak dua kali. 

Meski begitu, hingga kini kasus itu urung terpecahkan. 

"Kasus Subang saya dikejar netizen tu yang terjadi tahun 2021 lalu, belum ketangkap itu padahal saya udah autopsi kedua. Padahal saya udah kasih pemaparan dan clue-cluenya, tapi belum ada penetapan pelakunya," terangnya seperti dikutip dari Nenk_update, Jumat (12/5/2023). 

Ia menyebut terkait kasus pembunuhan di Subang itu seharusnya sudah bisa terlacak, sebab pihaknya sudah melakukan penyelidikan hingga tes DNA terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan kasus itu.

"Padahal menurut saya harusnya itu bisa kan nonton CSI to kita main DNA kita ngomong di sini aja ya biar didenger. DNA nya udah tapi ga ada yang cocok, kalo ga cocok kita cari dari yang saksi itu, karena ga ada yang cocok kita tariklah dari garis ibu, siapa tau ada, ternyata belum dikerjakan," ungkapnya. 

"Terus saya punya jam kematian lho ketika mereka dibunuh. Saya bermain di jam J hp siapa yang online, ambillah DNA nya kita di TKP ada terduga pelaku yang asing," lanjutnya. 

Ia mengaku sangat tersiksa terkait dengan kasus Subang yang ditanganinya tersebut. Hal itu mengingat teka teki siapa pembunuhnya urung terpecahkan, padahal ia sampai didatangi lewat mimpi oleh korban.

Baca Juga: Savior Complex, Antara Obsesi dan Gangguan Mental?

"Gpp lah aku dipindah di kamar mayat lagi gpp sih tapi kan ya ngga ngerti sih ya untuk mempercepat ini, karena saya tersiksa terkait kasus Subang ini karena datangi dalam mimpiku," bebernya. 

Load More