Di tengah kasus perselingkuhan yang menerpa rumah tangganya, Inara Rusli baru saja memutuskan untuk melepas niqab atau cadar yang selama ini menutup wajahnya. Lalu bagaimana kah hukumnya, berikut kata Buya Yahya.
Diketahui usai digugat cerai Virgoun, Inara Rusli kini memutuskan untuk melepas niqab atau cadar yang menutup wajahnya.
Inara melepas niqab lantaran harus bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya.
"Dengan mengucap Bismillah saya pakai cadar karena Allah saya juga membukanya karena Allah," katanya yang didampingi dokter kecantikan Richard Lee serta Ustaz Derry Sulaiman.
Keputusan Inara Rusli melepas niqab itu belakangan menuai pro dan kontra. Ada yang sepakat ada pula yang tak setuju.
Lantas bagaimana sebetulnya hukum melepas niqab tersebut
Dikutip dari unggahan di channel YouTube Al-Bahjah TV, ulama besar Buya Yahya pernah mengulas mengenai hukum lepas cadar.
Ia menjelaskan bahwa apabila mengikuti mahzab Imam Syafi'i, kebanyakan pendapat yang dikukuhkan menutup muka bagi seorang perempuan itu wajib.
Tetapi, ia menggarisbawahi bahwa ada pendapat kedua yang menyebutkan bahwa itu hukumnya sunnah.
Baca Juga: Namanya Terseret Kasus Suap Mahkamah Agung, Charly Van Houten Syok
"Bercadar adalah kelebihan tetapi tidak perlu dipaksakan yang penting menutup aurat rapi. Menggunakan cadar sebagian sunnah tetapi sebagian wajib," terangnya seperti dikutip Jumat (19/5/2023).
"Di dalam mahzab kita Imam Syafi'i kebanyakan pendapat yang dikukuhkan dalam mahzab ini hukumnya menutup muka bagi seorang perempuan di hadapan kaum laki-laki hukumnya wajib, tapi ada pendapat kedua hukumnya sunnah dan itu yang dipakai masyarakat indonesia. dua-duanya adalah ilmu yang bener," tegasnya.
Lebih jauh ia mewanti-wanti bahwa mengenai pendapat soal niqab atau cadar itu tak perlu diperdebatkan. Apalagi menjelek-jelekkan satu dengan yang lainnya.
"Yang tidak boleh saling merendahkan yang pakai cadar merendahkan yang tidak pakai cadar itu hatinya busuk yang belum pakai cadar apalagi menghinakan yang bercadar lebih busuk lagi ngga boleh merendahkan, hati-hati," ungkapnya.
Ia sendiri mengaku bahwa tak pernah memaksakan memakai niqab untuk para santri putrinya. Ada yang mengenakan itu adalah kemuliaan, tetapi yang tidak mengenakan cadar juga bukan hal yang buruk.
"Buya tidak memaksakan pakai cadar, itu mulia pakai cadar tapi tidak saya paksakan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tak Semesra Awal-Awal Nikah, Pasrah Bila Diceraikan
-
5 Fakta Bocah 7 Tahun Tewas Hanyut di Selokan Driyorejo Gresik