- Penandatanganan MoU MRT Jakarta dan pengembang mengenai perluasan layanan Kembangan-Balaraja terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026.
- Proyek perluasan layanan MRT sepanjang 30 kilometer ini sedang memasuki tahap awal penelitian yang memakan waktu 8-10 bulan.
- DPRD DKI Jakarta siap mengawal anggaran dan mendukung infrastruktur pendukung seperti pembangunan jalan tembus Jakarta Barat-Tangerang.
Suara.com - Kabar gembira datang bagi warga penyangga ibu kota seiring rencana perluasan layanan transportasi publik massal MRT jalur Kembangan hingga Balaraja.
Langkah strategis ini dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kolaborasi yang melibatkan pihak swasta tersebut.
"Ini pastinya kabar gembira juga buat MRT, pastinya akan menguntungkan dua belah pihak. Tadi juga sudah disampaikan, mudah-mudahan kerjasama antar Pemprov harus menguntungkan dua belah pihak dan khususnya untuk warga Banten dan Jakarta," kata Yuke.
Politisi dari Fraksi PDIP ini menilai sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten sangat krusial mengingat eratnya keterkaitan ekonomi serta mobilitas warga di kawasan aglomerasi.
Integrasi kebijakan transportasi dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai keruwetan mobilitas masyarakat lintas provinsi.
"Segala sesuatunya kan juga nggak bisa kita hanya berpikir untuk DKI sendiri ya. Jadi aglomerasi ini juga harus saling berkomunikasi dan saling terintegrasi," tegas dia.
Yuke juga memastikan pihak legislatif siap mengawal dari sisi dukungan anggaran dan kebijakan teknis lainnya.
Infrastruktur pendukung seperti pembangunan jalan tembus dari Jakarta Barat menuju Tangerang menjadi salah satu prioritas yang siap didukung demi kelancaran proyek ini.
Baca Juga: Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
"Kami siap apa pun yang berhubungan dengan Komisi D dan integrasi wilayah-wilayah sekitar. Termasuk kayak pembangunan jalan atau pembangunan tembus, dari Jakarta Barat tembus ke Tangerang, terus juga yang lain-lain lah, kami siap-siap saja," tuturnya.
Di sisi lain, Direktur PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa proyek sepanjang 30 kilometer ini masih memasuki tahap awal penelitian.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi pijakan resmi untuk memulai kajian mendalam sebelum konstruksi fisik benar-benar dilaksanakan di lapangan.
"Kajian itu kurang lebih sekitar 8-10 bulan selesai," kata dia.
Fokus utama dalam kurun waktu tersebut mencakup tiga aspek vital, yakni kajian kelembagaan, aspek keuangan, serta detail teknis mengenai trase jalur.
Hasil dari proses bedah teknis ini nantinya akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan lanjutan untuk fase kedua lintas Timur-Barat.
Koridor Timur-Barat ini sendiri dipandang sangat strategis karena menjadi urat nadi yang menghubungkan kawasan hunian padat, area industri, hingga titik pertumbuhan ekonomi baru.
Berita Terkait
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pembangunan Stasiun MRT Harmoni Dimulai, Pramono Anung: Ini TOD Strategis
-
Perempuan Lentera Kehidupan Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
-
Sutiyoso Dorong Penertiban Tiang Monorel Senayan, DPRD Buka Opsi Alih Fungsi
-
Proyeksi MRT Jakarta: Target Monas Beroperasi 2027, Kota Tua Menyusul 2029
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang