Suara Joglo - PSM Makassar dipastikan gagal tampil di Asian Champions League (ACL) usai pada babak play off anak asuh Bernardo Tevares takluk dari Bali United dalam adu penalti.
Kekalahan tersebut lantas membuat pelatih berkebangsaan Portugal tersebut merasa kecewa, bahkan ia menjadikan wasit sebagai kambing hitam kekalahan PSM Makassar atas Bali United.
Menurut pelati PSM Makassar tersebut, wasit yang memimpin pertandinga banyak melakukan kesalahan sehingga timnya menelan kekalahan dan gagal tampil di Liga Champions Asia.
"Tentu saja kami kecewa karena tidak bisa ke ACL (Liga Champions Asia), karena banyak kesalahan-kesalahan wasit," ungkap Bernardo Tevares dilansir dari akun Instagram @garudarevolution.ina (12/06/2023).
Pernyataan Bernardo Tevares tersebut lantas tak luput dari pantauan kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang memberikan respon berupa sindiran keras terhadap statement pelatih berusia 43 tahun itu.
"Semua wasit salah dimata Tavares. Padahal 2 kali Pertandingan Playoff Wasit dan Hakim garis sudah bekerja luar biasa dan menurut gw udah bagus banget, terutama hakim garis yg membuat 2 keputusan tepat perihal offside," ungkap salah seorang netizen.
"Kalo Wasit udah bagus trus masih disalahin, kita harus support wasit kita, kecuali emng kalo wasit nya ngaur," tambah netizen lainnya.
"coba sebutkan kesalahan2 wasit pertandingan kmrn? udh lawan 10 pemain masih kurang?" Ujar netizen lain.
"Tavares mah pengennya menang terus, itu kalo ngga main dikandang pasti nyalahin rumput," ucap netizen satunya.
Baca Juga: Mahasiswi Unhas Tewas Dibunuh Pacar Dalam Kamar Kos, Korban Hamil 4 Bulan
"Seharusnya dari awal ga adil banget anjir mana ada regulasi klo yg main di acl pemenang antara juara tahun ini sama kemaren ya harusnya yg menang juara tahun ini aja yg berhak jtampul di asia, bali united masuk 3 besar ja kagak. Sangat amat tidak adil regulasinya," kata netizen yang lain.
Berita Terkait
-
Mengungkap Beda Perlakuan Shin Tae-yong ke Persija dan PSM Makassar Soal TC Pemain Timnas Indonesia
-
Singkirkan PSM Makassar Lewat Drama Adu Penalti, Bali United Wakili Indonesia di Babak Kualifikasi Liga Champions Asia
-
Kisah Elias Dolah, Kena Karma Cedera karena Langgar Rachmat Irianto di Final Piala AFF 2020
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel
-
Tanpa Kompromi! Bupati Bogor Instruksikan Inspektorat Pidanakan Oknum ASN Penjual Jabatan
-
Gak Perlu ke Thailand! Jakarta Akhirnya Punya Festival Songkran Sendiri, Cek Lokasinya
-
Obrak-abrik Persija, Pelatih Bhayangkara FC Angkat Topi untuk Moussa Sidibe dan Dendy Sulistyawan
-
Rahasia Frengky Missa Bikin Bintang Persija Allano Lima Mati Kutu
-
Merasa Dizalimi, Kerry Cs Laporkan 4 Hakim Perkara Pertamina ke KY dan Bawas MA
-
Maut di Sepertiga Malam: Nenek 92 Tahun Asal Jerman Tewas Terjebak Kebakaran di Pesisir Barat
-
Cinta Orang Tua yang Tak Adil, Luka yang Tak Terucap di Buku Katanya Kembar
-
Babak Baru Kasus Nizam: Ibu Tiri Layangkan Praperadilan, Gugat Status Tersangka di PN Cibadak
-
Novel Lakuna: Kisah Cinta yang Tersesat di Jejak Sumpah Leluhur