Ketua RT yang berseteru dengan Dewi Perssik akhirnya membuka suara terkait penyerahan hewan kurban milik pedangdut asal Jember tersebut. Ia mengaku kecewa lantaran sapi yang dititipkan diangkut lagi.
“Sapi sudah diserahin ke ente, tiba-tiba diambil. Bagaimana perasaannya, sementara anak-anak kecil di situ udah lagi seneng-senengnya ngelihat sapi, tiba-tiba diambil,” ujar Pak RT.
Lantaran kekecewaannya itu, Pak RT meminta asisten DP untuk mengangkatnya sendiri ke atas truk.
“Yaudah, silakan diambil, tapi angkat sendiri. Satu kali, dia minta, ‘Pak RT tolong dibantuin angkat sapi’. Sapi satu ton. Terus saya bukan orang yang profesional ngangkat sapi, seandainya terjadi sesuatu sama anak buah saya, sama saya pribadi atau apa,” lanjutnya.
Anak buah Dewi Perssik pun kembali datang untuk meminta tolong dengan menawarkan imbalan. Namun, Pak RT tetap menolak lantaran bukan kapasitasnya.
“Kedua kali, ‘Pak nanti saya kasih uang’. Jangankan seratus ribu, dua ratus ribu, satu juta, seratus juta saya nggak mau buat bantu ngangkat sapi itu. Apa itu permintaan saya?” ungkap Pak RT.
“Seratus juta itu saya tolak, karena bukan kapasitas saya ngangkat sapi, karena saya nggak punya kemampuan itu. Sapi besar, saya bukan orang profesional,” lanjutnya.
Pak RT pun menyayngkan ketika Dewi justru berkoar-koar di sosial media mengenai penolakan sapi tersebut.
“Nah, tiba-tiba malemnya itu katanya sapinya ditolak. Ditolak kok sampai ada 4 jam di sini. Dari jam 10 sampai jam 4. Apa itu bentuk penolakan namanya?” ungkap Pak RT.
Baca Juga: 7 Potret Artis Bareng Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha, Ada yang Non Muslim?
“Gimana nggak ngebantu. Orang elu udah ngecapein gua. Yang seharusnya kita belum terima hewan kurban, harus terima, belum persiapan, kita jadi mempersiapkan buru-buru,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim