Beredar sebuah video yang memperlihatkan Gus Miftah mengaku kecewa telah diundang Uya Kuya. Potongan video ceramah tersebut lantas viral di media sosial.
Terbaru, Uya Kuya angkat bicara mengenai kabar tersebut. Melalui akun TikTok miliknya dia mengklarifikasi hubungannya dengan Gus Miftah.
"Ada apa dengan Uya dan Gus Miftah? Gak ada apa-apa. Banyak yang tanya, saya juga bingung ada apa sih," ujarnya dikutip dari akun TikTok Gus Miftah, Rabu (5/7/2023).
Dia juga mengaku telah telpon kepada Gus Miftah untuk mengklarifikasi langsung yang terjadi. Menurut Uya Kuya, Gus Miftah juga tidak tahu menahu masalah yang kini viral tersebut.
"Ternyata saya baru tahu ada account yang lagi cari viewer, mengadu domba, dan tidak suka mungkin melihat kedekatan saya dengan Gus Miftah," kata dia.
Uya Kuya menegaskan hubungannya dengan pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu baik-baik saja. Dia mengungkapkan tengah berkomunikasi intens dengan Gus Miftah.
"Lagi ngobrolin soal macem-macem soal Hongkong, Taiwan, dan lagi ngomongin ada soal urusan yang kita kerjain bersama-sama demi kemanusiaan," katanya.
"Jadi ini hanya account yang memberikan potongan-potongan video lama dipotong dan narasinya disudutkan. tapi gak apa-apa mudah-mudahan berkah. Tapi sekadar diketahui saya dengan Gus Miftah lagi baik," katanya.
Sebelumnya, beredar sebuah video ceramah Gus Miftah yang mengaku merasa dijebak saat diundang di program acara Uya Kuya. "Saya diundang acaranya Uya Kuya, yang saya menyesal datang ke acara itu sampai hari ini," ujar Gus Miftah di salah satu tayangan YouTube, dikutip dari Matamata.com, Rabu (05/07/2023).
Baca Juga: Jembatan Gantung di Desa Bangun Roboh, Dua Warga Alami Luka Berat
Gus Miftah mengaku Uya Kuya langsung menodong dengan berbagai komentar netizen yang berupa kritikan soal dakwah dunia malam.
"Saya gak tahu setting acaranya seperti apa, begitu saya masuk di dalam studio ketika acaranya live yang ditampilkan apa? kritikan netizen terhadap pengajian saya soal dunia malam," imbuhnya.
"Dan didalamnya ada ustaz pembanding, kemudian bilang apa? Mencaci maki saya semaunya, ini menjual agama, memalukan dan sebagainnya dan parahnya saya gak dikasih hak untuk menjawab," katanya.
Namun, disebutkan kemudian ustaz pembanding menanyakan soal pengajian di klub dunia malam.
"Ada kawan saya yang di dunia malam yang saya ajak, di acara itu ditangani sama ustaz ini, dia bilang gini 'bos saya besok sekali-kali ikut pengajian klub mu'," ungkapnya.
"Padahal di dalam itu dia menghina mencaci apa yang saya lakukan di klub malam, ustaznya ternyata minta untuk datang. Ini kan munafik banget toh," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo