Tahun baru Islam juga dikenal dengan 1 Sura dalam kalender Jawa. Uniknya ada beberapa wilayan di Indonesia yang memperingati tanggalan ini dengan berbagai tradisi.
Salah satu tradisi yang ada di setiap 1 Muharram adalah memasak makanan khas. Mengonsumsi makanan khas Tahun Baru Islam tidak hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi juga merayakan tradisi dan kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman.
Berikut makanan khas Tahun Baru Islam yang dihidangkan di beberapa wilayah di Indonesia.
Bubur Suro
Dalam perhitungan Jawa, 1 Muharram juga merupakan kalender Suro. Masyarakat sekitar merayakan pergantian bulan ini dengan memasak bubur suro. Bubur Suro memiliki tekstur yang lembut dengan topping potongan telur, kacang dan perkedel.
Tumpeng
Nasi tumpeng adalah hidangan nasi kuning yang diatur dalam bentuk kerucut yang dihiasi dengan berbagai lauk-pauk di sekitarnya. Nasi tumpeng melambangkan keberkahan dan kemakmuran.
Biasanya, ini disajikan dengan ayam goreng, empal, telur dadar, ikan bakar, dan sambal. Nasi tumpeng adalah hidangan yang indah dan istimewa yang sering menjadi pusat perhatian saat perayaan Tahun Baru Islam.
Ketupat
Baca Juga: Peringati Tahun Baru Hijriah, PPP ke Kader: Ayo Berkompetisi Secara Fair Hadapi Pemilu 2024
Selain idul Firi, ketupat juga biasanya disajikan untuk memperingati Tahun Baru Islam. Hidangan yang terbuat dari beras yang dimasak dengan anyaman daun kelapa muda ini biasanya disantap dengan opor dan hidangan lainnya.
Rendang
Rendang adalah hidangan daging khas Minangkabau, Sumatera Barat. Daging sapi dimasak dalam santan kental dengan campuran rempah-rempah yang kaya dan diolah secara perlahan hingga empuk dan bumbu meresap.
Soto Betawi
Soto Betawi adalah hidangan sup khas Betawi yang terkenal dengan kuah santan kaya rempah-rempah. Hidangan ini biasanya terdiri dari daging sapi, kentang, tomat, dan daun bawang. Kamu bisa menambahkannya dengan kerupuk dan taburan bawang goreng.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia