/
Selasa, 25 Juli 2023 | 16:15 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai menjenguk Cak Nun di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat sore (14/7/2023) ([ANTARA])

Kedekatan Prabowo Subianto dan Erick Thohir semakin disorot publik. Ketum Gerindra ini memang belum menentukan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang akan dipilihnya meski partainya berkoalisi dengan PKB.

Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB optimistis Prabowo Subianto tak akan berpaling dari KKIR. Pasalnya kerjasama dengan PKB sudah semakin solid.

"Kita sudah 11 bulan berhubungan dengan baik. Saya yakin dan PKB juga yakin Pak Prabowo dan Gerindra adalah sosok yang amanah, tidak akan khianat apalagi Pak Prabowo sudah tahu kan rasanya dikhianati, masa juga mengkhianati PKB, enggak mungkin," ujar Jazilul Fawaid dikutip Selasa (25/7/2023).

Ia meyakini, Gerindra dan Prabowo tak akan semena-mena mengambil mengambil keputusan sepihak terkait cawapres. Ketum PKB, Muhaimin Iskandar tentu akan dilibatkan ke depannya.

Di lain sisi, pernyataan sederhana antara dua Ketum juga sudah dibicarakan. Di mana Prabowo berharap jadi capres, sementara cawapres adalah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

"Melihat kerjasama politik PKB-Gerindra, sederhana sebenarnya. Bacapres dan Bacawapres ditentukan Pak Prabowo dan Gus Muhaimin. Pak Prabowo ingin jadi capres, Pak Muhaimin menerima untuk jadi capres atau cawapres, enggak ada masalah," kata dia.

Lebih lanjut, kedekatan Erick Thohir dengan Prabowo Subianto sebenarnya dapat dukungan dari PAN. Erick dinilai memiliki kriteria sosok yang potensial mendampingi Prabowo.

Selain itu, elektabilitas Erick sejauh ini mendapat peringkat teratas dari survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia. Namanya mengalahkan Ridwan Kamil dan juga Sandiaga Uno pada survei yang dilakukan selama Juni 2023 kemarin. [ANTARA]

Baca Juga: Digoda PDI Perjuangan agar Merapat, PKB Sebut Belum Ada Kepastian Cawapres dari Gerindra jadi Alasannya

Load More