- Pentagon sedang mematangkan rencana mengirim gugus tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai tekanan terhadap Iran.
- Keputusan ini muncul pasca penegasan Presiden Trump bahwa opsi kekuatan militer tetap terbuka jika negosiasi buntu.
- Kapal induk kedua diperkirakan berangkat dari Pantai Timur AS dalam dua minggu, menyusul USS Abraham Lincoln.
Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, dikabarkan sedang mematangkan rencana untuk mengirimkan gugus tempur kapal induk kedua menuju kawasan Timur Tengah.
Laporan yang dirilis pada Rabu (11/2/2026) ini mengutip pernyataan dari tiga pejabat tinggi AS, yang mengindikasikan eskalasi militer besar-besaran di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Persiapan pengerahan alutsista strategis ini muncul sebagai bentuk tekanan nyata terhadap Iran. Trump sebelumnya menegaskan bahwa opsi kekuatan militer tetap terbuka lebar apabila proses negosiasi dengan Teheran menemui jalan buntu.
Dalam pernyataannya pada Selasa lalu, Presiden Trump secara terbuka mempertimbangkan untuk menggandakan kekuatan kapal induk di wilayah tersebut.
Meskipun perintah resmi belum diteken, salah satu pejabat yang enggan disebutkan identitasnya membocorkan kepada The Wall Street Journal bahwa dokumen penugasan tersebut bisa saja keluar dalam waktu singkat.
Gugus tempur kapal induk ini diperkirakan akan diberangkatkan dari pesisir Pantai Timur AS dalam jangka waktu dua pekan ke depan.
Saat ini, kapal induk USS George H.W. Bush terpantau sedang melaksanakan latihan intensif di perairan Virginia.
Laporan intelijen menyebutkan bahwa jadwal latihan tersebut dipercepat agar kapal siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Sejauh ini, pihak Pentagon masih memilih untuk bungkam dan menolak memberikan komentar resmi terkait pergerakan armada laut mereka.
Baca Juga: Final Piala Asia Futsal 2026: Profil Israr Megantara, Anak Tambun yang Hancurkan Iran
Pengerahan kekuatan ini menyusul kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln yang sebelumnya telah dipindahkan dari Laut China Selatan ke Timur Tengah. Penguatan militer ini berjalan beriringan dengan manuver diplomatik Trump.
Pada Rabu (11/2), Trump mengadakan diskusi tertutup dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan tersebut, Trump melalui platform Truth Social menyampaikan bahwa prioritas utamanya tetaplah jalur negosiasi, namun dengan peringatan keras.
“Kesepakatan adalah pilihan yang kami utamakan. Namun, jika Iran memilih untuk tidak bersikap rasional, mereka harus melihat hasilnya nanti. Terakhir kali mereka menolak kesepakatan, mereka menghadapi Operasi Midnight Hammer—dan itu berakibat buruk bagi mereka. Kami berharap kali ini mereka lebih bertanggung jawab,” tulis Trump, dikutip via Anadolu.
Pernyataan tersebut merujuk pada operasi militer masa lalu yang menghancurkan infrastruktur strategis, sebagai peringatan agar Iran segera menyepakati perjanjian baru yang diinginkan oleh Gedung Putih.
Berita Terkait
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Bad Bunny Tampil di Halftime NFL 2026, Ajak Lady Gaga Tampil Bersama
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?
-
5 Fakta Menarik di Balik Kekalahan Penalti Indonesia atas Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM
-
Buntut Dugaan Pelanggaran Impor, Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah Tiffany & Co di Jakarta
-
Viral Kecelakaan Maut di Depan UIN Ciputat, Transjakarta Tegaskan Tak Terlibat
-
Nekat! Maling Beraksi di Ruang Rapat Hotel Mewah Jakarta Pusat, Laptop dan Ponsel Raib