- IHSG mengalami koreksi 31,7 poin atau 0,38 persen, ditutup di level 8.259 pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026.
- Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG cenderung bergerak sideways sesi kedua, dengan rentang 8.225 hingga 8.275.
- Sesi pertama mencatat transaksi 25,15 miliar saham senilai Rp 14,42 triliun, dengan saham turun lebih banyak daripada yang naik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada sesi pertama perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. IHSG turun 31,7 poin atau terkoreksi 0,38 persen ke level 8.259.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG mulai menunjukkan keterbatasan momentum. Hal tersebut tercermin dari histogram MACD yang cenderung mendatar.
"Kondisi ini tervalidasi dengan indikator Stochastic RSI yang bergerak datar pada area pivot," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Dengan sinyal teknikal tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi bergerak cenderung sideways pada sesi kedua perdagangan hari ini.
Rentang pergerakan indeks diproyeksikan berada di kisaran 8.225 hingga 8.275.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 25,15 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,42 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,87 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 300 saham bergerak naik, sedangkan 386 saham mengalami penurunan, dan 272 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, CSMI, LAPD, TNCA, ROCK, YPAS, LMPI, INDS, KIOS, JIHD, BPII, UNIC.
Baca Juga: Saham-saham Konglomerat Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Apa Saja?
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LION, GMTD, SOTS, NATO, SPRE, SKBM, HILL, JSPT, RDTX, RLCO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Harga Emas dan Perak Dunia Melemah, Cooling Down Usai Akumulasi Naik
-
PSAB Tuntaskan Penjualan Proyek Emas Doup Senilai Rp8,8 Triliun
-
Saham-saham Konglomerat Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Apa Saja?
-
Sorot Agincourt, Prabowo Instruksikan Penilaian Proporsional Izin Tambang Martabe
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Ciri-ciri Phishing dan Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
-
Profil PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Pemilik Sahamnya