/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 14:49 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama dengan Ketua Umum PSI Giring Ganesha (kanan) saat tiba di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). (Suara.com)

Politikus senior PDIP Andreas Hugo Pareira ikut angkat bicara mengenai perubahan dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pilpres 2024. 

PSI disebut mengalihkan dukungannya ke Prabowo Subianto. Isu tersebut berhembus setelah Ketua Umum Partai Gerindra itu berkunjung ke kantor DPP PSI. 

Padahal, sebelumnya PSI telah menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo yang merupakan bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan. 

"Teman-teman PSI ini ketika partai-partai lain belum mengumumkan calon, mereka sudah mengumumkan Giring sebagai capres. Kemudian ketika di PDI Perjuangan belum diumumkan Ganjar, PSI malah sudah calonkan Ganjar," ujarnya dikutip dari Suara.com, Jumat (4/8/2023).

Dia pun tidak heran dengan keputusan PSI yang terus berubah-ubah dukungan capres. 

"Di dapil saya masih ada poster-poster Ganjar dari PSI, ada pula baliho Ganjar dan Yeni Wahid. Sekarang pindah haluan lagi ke Prabowo," kata Andreas.

Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin menjelang Pilpres mendatang PSI berubah lagi sikap politiknya dalam mendukung capres. 

"Kita nggak tahu mungkin minggu depan putar balik lagi, bulan berikut bisa jadi lain lagi. Nanti pada saat pilpres bisa mungkin beda lagi," kata Andreas.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie usai mendapat kunjungan Prabowo Subianto mengungkapkan tergantung arahan Presiden Joko Widodo soal dukungan di Pilpres 2024. 

Baca Juga: Brisia Jodie Sebut Nikah Harusnya Hanya Sekali, Desta Tersinggung: Maksud Kamu Apa?

"Kalau teman-teman tanya apakah sudah mengerucut ke mana ke mana? PSI siap bergerak sesuai dengan arahan Pak Jokowi. Tapi kayanya akhir-akhir ini sudah makin kelihatan tondo-tondonya. Kira-kira begitu," kata Grace di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).

Grace menyampaikan, partainya berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi.

Load More