/
Senin, 07 Agustus 2023 | 15:04 WIB
Profil Nirwan Ahmad Arsuka (Instagram)

Kabar duka datang dari Inisator Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan Ahmad Arsuka. Alumni sarjana Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada ini meninggal dunia pada umur 55 tahun pada Minggu, (6/8) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. 

Sosok Nirwan Arsuka dikenang para sahabatnya sebagai penulis esai terkait ilmu dan kebudayaan, juga sebagai pelopor Pustaka Bergerak Indonesia. Jasanya dalam menggerakan pertumbuhan literasi dan toleransi di Indonesia akan menjadi kenangan yang berharga. 

Mengenal lebih jauh dengan sosok inspiratif ini, berikut profil lengkap Nirwan Ahmad Arsuka. 


Profil Nirwan Ahmad Arsuka


Nirwan Ahmad Arsuka yang akrab dipanggil Nirwan ini lahir di Kampung Ulo, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada 5 September 1967 silam. 


Nirwan memantapkan diri meneruskan pendidikannya di Universtas Gadjah Mada Yogyakarta, Program Studi Teknik Nuklir, Fakultas Teknik UGM, angkatan 1986. 


Selain menggeluti nuklir, Nirwan juga menekuni dunia sastra dan budaya, terbukti dirinya bergabung dalam Kelompok Pinggir Kali Code (Girli) untuk mengajari anak-anak jalanan belajar membaca. Selama menjadi mahasiswa Nirwan juga ikut berbagai demonstrasi menentang rezim dan terlibat dalam kongres kebudayaan.


Kecintaannya pada dunia menulis dibuktikannya dengan meninisiasi pembentukan Pustaka Bergerak pada 2014. Tidak seperti perpustakaan yang lainnya, kegiatan Pustaka Bergerak ini terus berjalan menghampiri para pembacanya, sehingga anak-anak di pelosok Tanah Air mendapatkan ilmu untuk menghadapi masa depan. 


Gerakan literasi ini dilakukannya dengan menggunakan kuda yang diberi pelana berisi buku-buku bacaan bekas dari teman-temannya. Berbekal kuda inilah, Nirwan berjalan ke pelosok-pelosok negeri untuk menyambut pembacanya. 

Baca Juga: Komisi I Prihatin Lihat Puluhan Puluhan TNI 'Geruduk' Polrestabes Medan: Segera Evaluasi!


Kini gerakan Pustaka Bergerak pun di mana-mana dengan berbagai moda, seperti kuda, sepeda, sepeda motor, bendi, perahu, gerobak, becak, hingga berjalan kaki membawa noken berisi buku. 


Inisiasi ini makin besar dan banyak didukung sehingga dapat tumbuh menyebar di seluruh penjuru Indonesia dengan 3.000 lebih simpul dan melibatkan 27.000 relawan.


Nirwan yang dikenal sebagai pegiat literasi ini juga memiliki berbagai karya tulis seperti esai berdasarkan manuskrip I La Galigo, Iliad, dan Ramayana, bahkan beberapa esainya diterbitkan di International Journal of Asian Studies dan Inter-Asia Cultural Studies Journal yang merupakan esai internasional. 


Kini karyanya akan selalu dikenang dan ilmu yang disebarkan akan selalu menjadi bekal yang bermanfaat bagi anak-anak di Indonesia. Selamat jalan Nirwan Ahmad Arsuka. 

Load More