Otomotif / Motor
Senin, 16 Februari 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi aki motor bekas yang sedang dicek kelayakannya. (Gemini AI)

Suara.com - Dari sekian masalah yang kerap dihadapi biker salah satunya yaitu aki soak. Pasalnya, motor yang akinya soak tidak akan bisa hidup. Bahkan, aki yang bermasalah juga bisa menyebabkan sorot lampu motor jadi redup serta suara klakson sangat pelan.

Jika sudah begini, maka untuk mengatasinya yaitu mengganti dengan aki baru. Hanya saja, demi menghemat pengeluaran, beberapa biker yang memilih untuk membeli aki bekas. Sebab dinilai lebih murah dan tak terlalu membebani.

Aki Bekas Motor Dihargai Berapa?

Pertanyaan mengenai harga aki motor bekas kerap kali ditanyakan oleh calon konsumen saat akan melakukan tukar tambah aki. Untuk harga aki bekas tentu beragam, tergantung pada jenis dan kondisi aki bekas yang hendak dibeli konsumen.

Ada yang masih cukup baik, misalnya bekas tukar tambah, maka harganya masih bisa agak mahal. Bahkan bisa hanya sepertiga dari harga barunya. Misalnya saja, harga aki motor baru Rp300 ribu, maka harga bekasnya ada yang menjual hanya Rp150 ribuan.

Info lebih detail mengenai harga bisa dikonsultasikan secara langsung saat datang ke outlet atau bengkel.

Meski begitu, membeli aki motor bekas tidak disarankan. Sebab, bisa saja aki yang dibeli justru tidak awet. Sehingga dapat menyebabkan motor mogok dan tidak bisa digunakan sewaktu-waktu.

Fungsi Aki pada Motor

Aki sendiri merupakan sumber energi listrik utama pada motor, di mana fungsi utamanya untuk menyuplai daya ke sistem starter, lampu, hingga pengapian. Hal ini berguna agar motor dapat menyala dan berfungsi secara normal. Tanpa adanya aki, maka komponen kelistrikan kendaraan tidak akan berjalan optimal.

Baca Juga: Cerdas Memilih Matic Honda 160cc Bekas: Performa Naik Kelas dengan Harga Lebih Terjangkau

Mengingat perannya sangat penting, para biker perlu memilih aki yang tepat. Jika salah pilih, tidak hanya akan membuat boros, namun juga bisa menurunkan performa motor secara keseluruhan.

Sebagaimana diketahui, terdapat dua jenis aki yaitu aki basah dan aki kering. Masing-masing jenis aki ini memiliki fungsi yang berbeda. Jadi, kamu mesti tahu dulu perbedaan antara dua tipe aki tersebut.

Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah pada Motor

Aki basah merupakam jenis aki yang memakai larutan elektrolit yang terdiri dari campuran air suling serta asam sulfat yang berfungsi menyimpan dan menghantarkan listrik.

Sementara itu, aki kering adalah aki yang menggunakan elektrolit berbentuk gel atau dapar terserap dalam separator, sehingga tak perlu ditambah dengan cairan lagi.

Aki basah umumnya tersimpan dalam wadah semi transparan sehingga pengguna motor dapat memantau kadar air elektrolitnya. Sedangkan, versi kering wadahnya tertutup rapat dengan warna gelap, sehingga bagian dalam tidak akan terlihat. 

Tegangan aki basah umunya bisa berubah-ubah, tergantung pada kondisi cairan di dalamnya. Apabila cairan berkurang maupun kualitasnya menurun, maka output listrik otomatis akan ikut menjadi tidak stabil.

Sedangkan versi keringnya mampu memberi tegangan yang lebih konsisten. Hal inilah yang menjadikan aki kering, lebih cocok untuk motor modern yang banyak mengandalkan berbagai fitur elektronik.

Jika dirawat dengan baik, maka aki basah dapat bertahan cukup lama. Namun sayangnya, beberapa pengguna kerap lupa untuk merawatnya, sehingga usia pemakaiannya jadi lebih pendek.

Di sisi lain, aki kering cenderung lebih awet lantaran lebih tahan terhadap oksidasi, getaran, hingga suhu tinggi. Sehingga cocok buat pengendara yang ingin solusi jangka panjang.

Terkait harga, versi basah jelas lebih hemat di kantong dan sangat mudah di temukan. Sementara itu, aki kering harganya tentu lebih tinggi, tergantung pada mereknya. Meski begitu, sebanding dengan segala kepraktisan dan daya tahannya.

Demikian tadi pertanyaan mengenai, aki bekas motor dihargai berapa. Seperti yang diketahui, harga aki bekas berbeda-beda tergantung pada jenis, kondisi dan mereknya. Semoga membantu!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More