Pelatih klub sepak bola Jepang, Kashima Antlers U-18, Atsushi Yanagisawa mengaku prihatin dengan kebiasaan dan sportivitas para pemain muda Indonesia.
Pasalnya, menurut Atsushi Yanagisawa, kebiasaan berguling-guling di lapangan untuk mengulur waktu membuat pemain sepak bola Indonesia tak bisa berkembang, bahkan sulit menembus peringkat 100 besar dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Atsushi Yanagisawa usai laga melawan Bhayangkara FC U-20 di International Youth Championship 2023. Menurutnya, para pemain Indonesia harus bersedia berbenah.
Lantas bagaimana rekam jejak Atsushi Yanagisawa yang mentereng di dunia sepak bola?
Profil Atsushi Yanagisawa
Atshushi Yanagisawa merupakan mantan pesepak bola ternama Jepang asal Imizu, Toyama. Kala itu, pelatih 46 tahun itu bermain sebagai striker.
Usai menjalankan pelatihan bersama Toyama Daiichi High School, Atsushi Yanagisawa memulai kariernya bersama dengan Kashima Antlers. Ia bergabung dengan Kashima pada tahun 1996 hingga 2003.
Selama debutnya di Kashima Antlers itu, Atsushi berhasil mempersembahkan empat gelar kompetisi kasta tertinggi, yakni pada tahun 1996,1998,2000,2001.
Rekam jejak yang luar biasa tersebut membawanya hingga ke Eropa pada tahun 2003. Ia direkrut oleh salah satu klub elite Liga Italia, yakni Sampdoria. Setelah itu, ia memilih pindah dengan klub Liga Italia lainnya, Messina selama 2004-2006.
Nama Atsushi Yanagisawa sebenarnya sudah melambung sejak bergabung dengan Timnas Jepang U-20. Ia berhasil mendapatkan gelar Piala Asia 2000.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret