Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai bahwa kritik yang disampaikan dalam media sosial (medsos) biasanya tidak mewakili fakta dan pendapat publik.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam Syukuran dan Penyerahan Hadiah Lomba Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) 2023 di Jakarta, Senin.
"Kami melihat medsos ada kritik yang luar biasa itu kami dengarkan dan catat. Tetapi medsos itu biasanya kalau kritik tidak mewakili fakta dan pendapat publik," ujarnya.
Namun, Mahfud mengungkapkan bahwa dirinya tetap mencatat kritik yang disampaikan masyarakat pada media sosial.
Menurut dia, pengguna media sosial merupakan masyarakat pada kelas menengah ke atas. Tidak hanya itu, orang yang melakukan kritik juga sudah hidup di Jakarta dan tidak puas terhadap kinerja pemerintah.
"Kadangkala buzzer-buzzer itu, pengkritik keras, kadangkala ada orang yang memang sudah hidup di Jakarta agak oposisi terhadap pemerintah, sehingga memberi kesan selalu jelek," jelas Mahfud.
Mahfud mengatakan awalnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap penegakan hukum serta politik dan keamanan tinggi, masing-masing 61,9 persen dan 79,3 persen berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas.
"Akhir tahun keempat (menduduki posisi Menkopolhukam), alhamdulillah semuanya sudah naik. Mudah-mudahan bertahap di tahun depan, karena banyak yang kami kerjakan secara sungguh-sungguh," kata Mahfud.
Sementara itu, Mahfud mengaku bangga dengan tingkat pencapaian kepuasan masyarakat terhadap penegakan hukum. Sebab, angka itu tertinggi dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: 5 Nama Bacawapres Anies Baswedan dari Kiai NU, Ada Khofifah Hingga Mahfud MD
“Bidang hukum juga sekarang (tingkat kepuasan) mencapai tertinggi,” tambahnya.
Ia pun membandingkan dengan angka kepuasan masyarakat terhadap penegakan hukum saat dirinya baru menjabat sebagai Menko Polhukam pada 2019. Saat itu, tingkat kepercayaan publik dan kepuasan hanya 49,1 persen.
Kemudian, Mahfud diminta Presiden RI Joko Widodo untuk memperbaiki penegakan hukum, politik, dan keamanan. Sementara itu, dalam survei yang sama, tingkat kepuasan masyarakat terhadap politik dan keamanan mencapai 79,3 persen.
"Saudara saya minta menjadi Menko Polhukam, ini yang harus diperbaiki, antara lain soal penegakan hukum dan polkam," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Misi Sulit Emil Audero Bendung Ketajaman Rafael Leao Saat Cremonese Jamu AC Milan
-
Terpopuler: Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah, 35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa
-
FIFA Akhirnya Buka Suara Soal Situasi Terkini Nasib Iran di Piala Dunia 2026
-
Kim So Hyun dan Song Kang Berpotensi Reuni di Drama Romantis White Scandal
-
PSSI-nya Iran Ragu Bisa Tampil di Piala Dunia 2026
-
Terpopuler: 6 HP Tahan Banting buat Jangka Panjang, Samsung Galaxy S26 Bisa Dicicil Rp600 Ribu
-
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, FISTFEST Berkolaborasi dengan Waroeng Steak
-
Justin Hubner Cetak Gol Penentu Kemenangan Fortuna Sittard Lawan NEC Nijmegen di Liga Belanda
-
4 Moisturizer Korea Peptide Dukung Produksi Kolagen, Bikin Plumpy dan Sehat
-
Samsung Galaxy S26 Series Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi dan Harganya