Kabar mengejutkan datang dari Tim Nasional Arab Saudi. Mereka resmi mendatangkan Roberto Mancini pada jelang berlaga di Piala Asia.
Keputusan Mancini untuk melatih timnas Arab Saudi hanya terjadi dua pekan setelah ia mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Italia.
Bahkan Mancini mengatakan ia berharap dapat memimpin Arab Saudi untuk menjuarai Piala Asia, ketika ia meneken kontrak bernilai puluhan juta dolar untuk melatih negara tersebut.
Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu memegang kaus hijau bertuliskan "Mancini 2027," setelah ia meneken kontrak untuk melatih Arab Saudi sampai Piala Dunia selanjutnya.
Mancini disebut-sebut ditawari kontrak bernilai lebih dari 25 juta dolar untuk bergabung dengan Arab Saudi. Meski demikian, ia membantah bahwa keputusannya untuk hengkang dari timnas Italia adalah agar bisa melatih timnas berjuluk Elang Hijau tersebut.
"Target kami adalah berusaha untuk menjuarai Piala Asia setelah 27 tahun. Kami memiliki empat bulan. Kami memiliki pertandingan-pertandingan persahabatan. Kami memiliki dua pertandingan untuk (kualifikasi) Piala Dunia dan setelah itu kami memiliki 20 hari untuk persiapan Piala Asia," kata Mancini seperti dikutip dari AFP.
"Kami tahu bahwa ada banyak tim papan atas seperti Jepang, seperti Australia, seperti Korea (Selatan). Namun saya yakin bahwa kami akan pergi sana, dan kami akan berusaha untuk memenanginya," tambahnya.
Mancini merupakan akuisisi sosok papan atas terkini yang didatangkan Arab Saudi, setelah sejumlah pesepak bola papan atas bermigrasi ke negara Timur Tengah itu.
Ia tiba di Riyadh hanya beberapa hari setelah mega bintang Brazil Neymar didatangkan ke ibukota. Neymar bergabung dengan sejumlah bintang dunia lain seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema di Liga Arab Saudi.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Bupati Kediri Instruksikan Jajarannya Genjot Produksi Beras
Membangun tim nasional yang kuat terlihat seperti langkah penting bagi transformasi sepak bola Arab Saudi, yang merupakan bagian dari rencana ambisius mereka untuk membentuk ulang citra negara ultra konservatif yang sangat tergantung pada ekspor minyak bumi.
Arab Saudi menghuni posisi ke-54 dalam peringkat dunia FIFA, jauh di bawah tim papan atas Asia lainnya. Timnas putri Arab Saudi, yang baru memainkan pertandingan pertamanya tahun lalu, menduduki posisi ke-172 dari 186 negara.
Timnas Arab Saudi tidak memiliki pelatih sejak Maret silam, setelah Herve Renard hengkang untuk melatih timnas putri Prancis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
Kebakaran Hebat Melalap Permukiman Padat di Kemayoran
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan