Tanggal 12 Rabiul Awal 1445 H atau hari ini Kamis, 28 September 2023 diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut ini sejarah dan makna Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam.
Maulid Nabi Muhammad SAW selalu diperingati sebagai hari libur di Indonesia dan dirayakan oleh umat Islam. Tujuannya untuk mengingat, menghayati, serta memaknai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Namun semakin lengkap rasanya untuk mengetahui sejarah dan makna. Perlu diketahui kalau sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW pun memiliki beberapa versi yang perlu diperjelas informasinya.
Sementara itu, perayaan ini juga menjadi sebuah bentuk penghormatan kaum Muslimin kepada Rasulullah SAW yang telah membawa agama Islam ke muka bumi.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
Setidaknya ada tiga teori tentang perayaan Maulid Nabi yang tercatat di dalam sejarah Islam, sebagaimana dikutip dari buku Maulid Nabi Muhammad: Antara Sunnah dan Bid'ah oleh Muhammad Ajib, Lc., MA.
Pertama adalah perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid atau Fathimi di Mesir yang menganut paham Syiah Ismailiyah. Mereka berkuasa di Mesir pada tahun 362-567 Hijriyah atau sekitar abad ke-4 sampai 6 Hijriyah, dan dinasti ini mulai merayakan Maulid Nabi di era kepemimpinan Abu Tamim yang bergelar Al-Mu'iz li Dinillah.
Perayaan ini dilaksanakan oleh Dinasti Ubaid hanya sebagai bentuk seremoni saja, dan mereka juga mengadakan perayaan hari Asyura, perayaan Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fathimah, dan lainnya.
Lalu teori yang kedua adalah perayaan Maulid Nabi pertama kali dilakukan di kalangan ahlus sunnah wal jamaah, di mana perayaan ini pertama kali diadakan oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri, Gubernur Irbil di wilayah Irak. Ia hidup pada tahun 549-630 H.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Oktober 2023, Ini Bacaan Niat dan Keutamaanya
Pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan, Muzhaffar Kukabri mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu, dan seluruh rakyatnya. Dan beliau menjamu mereka dengan hidangan makanan, memberikan hadiah, bersedekah kepada fakir miskin, dan lainnya. Tradisi inilah yang kemudian melekat dalam masyarakat dan digunakan sebagai adat istiadat perayaan Maulid secara turun menurun.
Terakhir, teori yang ketiga yaitu perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi (567-622 H), penguasa Dinasti Ayyub di bawah kekuasaan Daulah Abbasiyah. Tujuan dari perayaan Maulid Nabi ini adalah untuk meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin dalam menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis dari Eropa.
Nah, dari penjelasan di atas maka bisa ditarik kesimpulan bahwa tradisi peringatan Maulid Nabi memang sudah ada sejak zaman dulu. Ada sebagian ulama yang mengharamkannya, namun tidak sedikit pula yang memang membolehkannya.
Makna Maulid Nabi Muhammad SAW
Makna Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim yaitu sebagai pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi serta momentum penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman. Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal penanggalan Hijriah ini akan diperingati oleh mayoritas penduduk muslim di dunia, termasuk Indonesia.
Meskipun pada saat zaman kenabian hari Maulid Nabi belum dilakukan, namun di masa sekarang peringatan ini menjadi perayaan besar yang diselenggarakan oleh banyak umat di seluruh dunia.
Peringatan Maulid Nabi SAW hukumnya adalah mubah sehingga sifatnya tidak wajib tetapi akan berpahala jika dilakukan. Perintah Allah SWT melaui Al-Quran telah menyampaikan bahwa umat Islam hendaknya senantiasa bersalawat kepada Rasulullah SAW.
Perintah ini terdapat di dalam Surat Al-Ahzab 33:56 yang artinya: “Sesungguhnya Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi lalu ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".
Demikian informasi mengenai sejarah dan makna Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga bisa menginspirasi dan menambah pengetahuan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur