Suara Joglo - Madura United mengalami kekalahan yang dramatis saat melawan Borneo FC dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2023/2024 di Gelora Ratu Pamelingan pada Minggu (01/10/23) petang.
Meskipun sebagai tuan rumah dan menduduki posisi puncak klasemen sementara Liga 1, Madura United tidak mampu mengatasi perlawanan sengit dari Borneo FC, bahkan diwarnai oleh blunder yang fatal.
Kiper Wawan Hendrawan terlihat beberapa kali keluar dari area pertahanan untuk membantu membangun serangan. Namun, pada satu momen, ia hampir kebobolan, tetapi berhasil menepis bola tersebut.
Namun, nasib tidak berpihak padanya. Wawan akhirnya harus mengambil bola dari gawangnya ketika Borneo FC melakukan serangan balik dengan cepat. Terens Puhiri berhasil mencetak gol pada menit ke-27, membuka keunggulan Borneo FC atas tuan rumah, Madura United.
Tertinggal satu gol, Madura United berusaha untuk menyamakan kedudukan. Upaya mereka membuahkan hasil saat pertandingan memasuki menit ke-40, di mana Salim Akbar Tuharea berhasil mencetak gol penyeimbang.
Ketika memasuki babak kedua, Madura United dan Borneo FC saling berusaha menambah gol, namun sulit untuk menambah keunggulan. Hingga akhirnya, di penghujung babak kedua, Laskar Sape Kerrap hampir mencetak gol, tetapi bola masih dapat diantisipasi oleh Nadeo Argawinata.
Borneo FC melakukan serangan balik dengan cepat. Bek Madura berharap untuk mengirim bola kepada Wawan, namun tangkapannya tidak sempurna sehingga bola terus bergulir.
Stefano Lilipaly dengan cepat mengejar bola dan berhasil mencetak gol. Borneo FC memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, dan kedua gol ini dipicu oleh blunder Wawan Hendrawan.
Wawan Hendrawan adalah salah satu kiper senior Liga Indonesia. Oleh karena itu, sulit untuk membayangkan sang kiper melakukan dua blunder fatal dan menyebabkan timnya kalah.
Baca Juga: 4 Fakta Mengenai Jenazah Terlantar di Bandung, Sudah Dimakamkan Berkat Bantuan Orang Baik
Borneo FC meraih tiga poin di markas Madura United, dan ini juga membuat mereka merebut posisi puncak klasemen sementara Liga 1 dengan 28 poin, sementara Madura United tertinggal dengan 27 poin.
Pertandingan yang tidak biasa ini membuat banyak netizen mencurigai adanya praktik tidak fair dalam sepak bola. Bahkan, banyak yang mencurigai bahwa Wawan mungkin mendapat komisi atau pengaruh tertentu.
"kayaknya ada indikasi mafia dan match fixing dalam laga ini, tolong @pssi diusut tuntas," ungkap salah seorang netizen.
"wawan hendrawan tidak bermain seperti biasanya, cukup mencurigakan," ucap netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors
-
Tragedi Petasan di Semarang: Penjual Bahan Peledak Online Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Pemerintah Nilai Tuduhan Amsal Sitepu Bisa Matikan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet
-
Produksi Serial Tomb Raider Dihentikan Sementara, Sophie Turner Cedera Saat Syuting
-
Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global
-
Perdagangan Daging Anjing di Jateng: Bisnis Gelap yang Sulit Diberantas, Solo Raya Jadi Episentrum!
-
Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian