Ketum Gerindra Prabowo Subianto terang-terangan menyatakan dukungannya. "Saya lihat beliau pemimpin muda yang sangat sangat potensial. Kami selalu akan mendukung pemimpin-pemimpin yang dinamis, yang bekerja keras untuk rakyat," kata Prabowo pada Selasa (24/1) malam.
Bahkan, Prabowo mengungkapkan, Gibran bisa menjadi pemimpin di mana saja. Tak sampai situ, Mantan Danjen Kopassus ini pun terang-terangan mendukung Gibran untuk menjadi gubernur di manapun. "Beliau di mana aja pas dan cocok kok. Dua-duanya pasti berhasil, kalau saya lihat seperti itu. Saya dukung. Saya kira dari dulu saya dukung ya Mas Gibran," ujarnya.
Sementara itu, saat Megawati mengunjungi Kota Semarang dalam rangka pelantikan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu sebagai Wali Kota Semarang periode 2021-2026 pada Senin (30/1) lalu, Gibran terlihat digandeng Megawati Soekarnoputri.
Kontan hal tersebut dianggap menjadi pertanda adanya restu untuk Gibran maju dalam Pilgub 2024. Namun hal tersebut, tidak dijawab Gibran dengan gamblang. "Wis woconen seko (Sudah dibaca saja dari) ekspresi muka saya lah waktu digandeng Bu Mega, itu cukup menjawab, woconen dewe (baca sendiri)," katanya, Selasa (31/1).
Kemudian saat ditanya lagi mengenai daerah mana yang akan dituju Gibran pada Pilgub mendatang, antara Jawa Tengah dengan DKI Jakarta, Gibran mengaku masih memikirkan hal tersebut belakangan. "Wis nanti dulu lah, nanti aja dibahas e, sing penting wis ketemu ibu, kemarin wis cukup, singkat, padat, jelas," katanya.
Tak hanya Gerindra dan PDIP, Ketum Golkar Airlangga Hartarto juga menunjukan dukungannya kepada Gibran. Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang juga politisi Golkar saat mendampingi Airlangga bertemu dengan Gibran di Loji Gandrung, Senin (6/2). "Beliau kan tokoh, kita semua tentu mensupport. Energinya luar biasa, talentanya keren," ujar dia.
"Mau beliau kemana pun. Kami siap," terang Sekretaris DPD 1 Jateng Partai Golkar tersebut.
Sinyal Megawati
Pengamat Politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Abdul Hakim menyoroti kedekatan Gibran dengan Megawati.
Baca Juga: Ngakak! Begini Reaksi Kaesang Ditanya soal Isu Jokowi 3 Periode
Ia mengungkapkan, hal tersebut sebagai modal utama serta menunjukan bahwa Suami Selvi Ananda ini bukan kader sembarangan di PDIP. "Saya melihat pesan tentang kedekatan mas Gibran dengan bu Mega, itu yang paling penting. Itu memberikan efek yang signifikan, secara internal memberikan sinyal pada kader PDIP untuk tidak macam-macam dengan mas Gibran," katanya di Solo, Selasa.
Dalam pengamatannya, ketika Gibran dua kali digandeng Megawati Soekarnoputri seolah memberikan sinyal bahwa Gibran tidak boleh diganggu siapa pun oleh internal partainya. "Tetapi untuk kasus Gibran itu dengan dua kali digandeng bu Mega, kan seolah-olah ingin memberikan sinyal pada kader-kadernya bahwa Gibran itu ada di bawah lindungan beliau sehingga tidak boleh diganggu," ucapnya.
Sedangkan kepada publik, jelas menunjukan bahwa Gibran menjadi kader penting bagi PDIP. Gibran digambarkan sebagai aset penting karena di level muda, karena belum ada kader di internal PDIP yang menonjol di level nasional dan bisa menarik perhatian massa serta mendongkrak elektabilitas partai. "Dan saya pikir Gibran ini jelas sosok yang sedang meroket. Kemarin ada survei yang menunjukkan Gibran sebagai sosok yang paling banyak muncul di pemberitaan, artinya PDIP juga akan mendapatkan manfaat elektoral dengan memanfaatkan popularitas Gibran, untuk mengangkat citra PDIP," tuturnya.
Lantaran kedekatan tersebut, PDIP bisa jadi memberikan kepastian akan ada di belakang Gibran, baik ketika maju dalam Pilkada DKI Jakarta maupun Jawa Tengah. "Itu modal politik yang sangat penting. Gibran punya posisi daya tawar tinggi di hadapan partai lain. Dia tidak lagi butuh mengiba-iba di hadapan partai lain karena sudah punya PDIP di belakangnya," ujarnya.
Terkait pilihan mana yang akan menjadi daerah tempatnya bertarung dalam pilgub, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengungkapkan jika Gibran salah satu yang digadang akan dibawa ke Jakarta. "Dalam diskusi internal partai, kami sudah mendikusikan beberapa kepala daerah yang kami anggap berhasil memimpin daerahnya. Salah satunya adalah mas Gibran," ujar Gembong di Gedung DPRD DKI pada Selasa (7/1).
Selain nama Gibran ada nama lain yang diungkap Gembong, yakni Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Priadi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi (PANRB) Azwar Anas serta Mensos Tri Risma.
Tentunya hal tersebut semakin menegaskan Gibran bisa jadi akan meneruskan jejak sang bapak, Joko Widodo alias Jokowi sebelum maju dalam Pilpres 2019 silam. Joko Widodo dibawa dari Loji Gandrung ke Jakarta untuk menjadi Gubernur DKI pada 2012 silam dan berhasil meraih kemenangan atas rivalnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ngakak! Begini Reaksi Kaesang Ditanya soal Isu Jokowi 3 Periode
-
Datangi Balai Kota, Putri Akbar Tanjung Mengaku Kagum dengan Gibran: Di Sosmed Buat Ngakak, Tapi Menginspirasi Programnya
-
Disebut Kate Middleton Versi Jawa, Ini Gaya Elegan Selvi Ananda Kenakan Tas Branded Ratusan Juta di Perayaan Cap Gomeh
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024