Ia mencontohkan pada masa La Nyalla Mattalitti yang tidak selesai memimpin PSSI karena tersandung kasus pencucian uang dalam pengelolaan dana hibah yang diterima Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tahun 2011 sampai 2014.
Akhirnya, La Nyalla dipaksa mundur dalam KLB PSSI yang digelar pada 2016 silam. Kemudian Eddy Rahmayadi, yang kala itu masih menjadi Pangksotrad, menggantikannya setelah menang dalam voting di KLB dengan menyinyingkirkan sejumlah nama kandidat seperti Moeldoko dan Eddy Rumpoko.
Namun Eddy tidak menyelesaikan masa jabatannya sebagai Ketum PSSI. Eddy lebih memilih untuk meninggalkan rangkap jabatannya dengan memilih fokus menjadi Gubernur Sumatera Utara (Sumut).
Ketum PSSI Tidak Pernah Selesai
"Sejak zaman La Nyalla Mattalitti, Ketua Umum PSSI tidak pernah selesai menyelesaikan tugasnya. Kalau ditanya, Eddy Rahmayadi misalnya, saat jadi Sumatera Utara-1, akhirnya mundur," katanya.
Edy sendiri akhirnya mundur dari Ketum PSSI pada Januari 2019 usai terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Ia sebelumnya mundur karena mendapat tekanan publik setelah Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2018 serta makin menajamnya kasus pengaturan skor yang terjadi di tubuh PSSI.
Pensiunan jenderal bintang tiga ini kemudian meneruskan estafet kepemimpinannya kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Alih-alih perbaikan, Joko Driyono kemudian disebut terlibat skandal pengaturan skor yang membuatnya dijebloskan ke penjara.
Jabatan Ketum PSSI kemudian berlanjut kepada Iwan Budianto yang menjadi Ketum PSSI sementara hingga akhirnya kembali digelar KLB pada November 2019 yang memunculkan nama Iwan Bule.
Saat Iwan Bule terpilih menjadi Ketum PSSI, harapan sepakbola Indonesia bisa berkembang. Namun sayang, ketika di tengah jalan, banyak pecinta sepakbola Indonesia yang pesimis.
Baca Juga: Pastikan PSSI Tak Dijadikan Kendaraan Politik 2024, DPR akan Pantau Kinerja Erick Thohir Day to Day
Hal tersebut dipicu banyaknya baliho bergambar Iwan Bule bertebaran di sejumlah titik Kota Bandung hingga membuat publik berasumsi Iwan Bule akan mencalonkan diri pada Pilkada Jabar.
Meski tak sehebat tekanan untuk Eddy Rahmayadi, namun tetap saja hal itu menjadi perhatian publik. Puncaknya saat terjadi Tragedi Kanjuruhan yang membuat tekanan publik makin membesar untuk meminta jajaran PSSI mundur.
Bahkan menurut sumber Suara.com, Iwan Bule sempat menemui salah satu tokoh di Jawa Barat untuk meminta restu maju pilgub.
"Waktu itu sempat ke sini, mau minta restu. Tapi, dia (Iwan Bule) diminta untuk menyelesaikan dulu soal Kanjuruhan," ujarnya.
Batu Loncatan
Fenomena batu loncatan seperti yang dilakukan Eddy Rahmayadi dan Iwan Bule menurut Akmal memang menunjukan sepakbola memiliki dampak signifikan dalam politik Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024