Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kader yang menjadi kepala daerah memang diminta untuk memperlancar arus mudik dan membantu masyarakat pulang ke kampung halaman masing-masing.
Hal itu disampaikan Hasto menanggapi soal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang melakukan pelepasan pemudik asal Jawa Tengah di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2023) siang.
Menurut Hasto, kehadiran Ganjar tersebut sebagai bentuk perhatian kepala daerah kepada rakyatnya yang ingin mudik.
"Bagi-bagi tugas. Pak Ganjar, kan, ke sini sebagai gubernur," kata Hasto.
Untuk diketahui usai Ganjar kunjungi Stasiun Senen pada Senin siang, kemudian Hasto menyambangi stasiun tersebut pada pukul 16.30 WIB dengan pengurus DPP PDIP, Rudianto Tjen dan Rokhmin Dahuri.
Hasto mengatakan, seluruh kader PDIP, terutama kepala daerah, memang diminta untuk fokus membantu pemerintah dalam rangka melancarkan arus mudik.
Tak hanya itu, kepala daerah dari PDIP juga diminta untuk memprakarsai program mudik di daerah masing-masing.
"Para kepala daerah PDIP juga gabungan prakarsa atas inisiatif daerah masing-masing," pungkasnya.
Kunjungan Ganjar
Baca Juga: Terus Merosot! Elektabilitas Ganjar Pranowo Masih Kalah Jauh dari Prabowo Subianto
Sebelumnya, pemandangan tak biasa terjadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo terlihat berada di area keberangkatan penumpang sekira jam 12.00 WIB.
Padahal, berselang sekitar empat jam kemudian, rencananya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akan meninjau pemudik di stasiun tersebut pada jam 16.30 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menjelaskan kedatangannya tersebut.
"Saya kebetulan tugasnya sebagai gubernur. Jadi, yang dari PDIP sudah punya agenda sendiri," katanya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (18/4/2023).
Setelah kunjungan tersebut, Ganjar akan menyambung agenda dengan meninjau jalur mudik dari Jakarta sampai Kendal, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan Ganjar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Berita Terkait
-
Bakal Minta Jatah Capres, PDIP Disebut Bisa Persulit Konsolidasi Jika Gabung Koalisi Besar
-
2 Hari Jelang Lebaran, Harga Beras, Telur dan Daging Ayam Mulai Naik
-
Sudah Sampai Pemalang, Pemudik Ini Malah Lupa Istrinya Ketinggalan di Brebes
-
Drama Mudik: Istri Ketinggalan Gegara Turun dari Motor, Baru Sadar 2 Jam Kemudian
-
Rest Area KM 207 Cirebon Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Pemudik Diimbau Istirahat Maksimal 30 Menit
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula