Suara.com - Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu angkat bicara soal alibi Presiden Jokowi panggil 6 ketua umum parpol ke Istana Kepresidenan cuma buat diskusi masalah negara.
Menurutnya, eks Gubernur DKI Jakarta itu sudah jelas-jelas menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
"Diskusi dengan gunakan fasilitas negara, yang diundang hanya Ketua Parpol koalisi untuk capres yang akan didukung 2024. Sekali lagi, berhentilah berbohong. Itu saja," kata Said Didu, Jumat (5/5/2023).
Momen Jokowi memanggil 6 ketum parpol ke Istana memang menjadi sorotan masyarakat luas.
Banyak pihak yang menilai Jokowi mengintervensi jalannya Pilpres 2024 demi melanggengkan kekuasaannya setelah lengser.
Meski demikian, Jokowi membantah kedatangan 6 ketum parpol ke Istana sebagai bentuk 'cawe-cawe' presiden dalam kontestasi politik.
Ia menyangkal pertemuan tersebut khusus untuk membahas politik, melainkan hanya mendiskusikan masalah negara.
"Cawe-cawe? Bukan cawe-cawe. Itu diskusi kok cawe-cawe. Diskusi, saya ini kan ya pejabat politik. Saya bukan cawe-cawe," kata Jokowi di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Kamis (4/5/2023).
Dalam pertemuan yang digelar Selasa (2/5/2023) malam itu, ada 6 ketum parpol hadir di Istana menemui Jokowi.
Mereka adalah para pentolan pendukung pemerintah, yakni Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum PPP Mardiono.
Sementara itu, Ketum NasDem Surya Paloh yang masih masuk jajaran parpol pendukung pemerintah tidak diundang dalam pertemuan.
Ini merupakan pertemuan kedua Surya Paloh tak diundang ke barisan koalisi pemerintah.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Jokowi Langsung Ketawa Nyinyir Saat Dikasih Tahu Warga Jalan Seputih Raman Lampung Baru Diperbaiki 2 Hari Lalu
-
Siapa pun Cawapresnya, Prabowo Tetap Perkasa Ungguli Ganjar dan Anies di Pilpres 2024
-
Data PUPR: Jalan Rusak yang Dilintasi Jokowi Itu Menjadi Tanggung Jawab Pemprov Lampung
-
Akui Bahas Capres dengan Surya Paloh, Luhut: Perbedaan Sana Sini, Perkawanan Tetap Jalan
-
Usai Tak Diundang Jokowi, Surya Paloh Kembali Makan Siang dengan Luhut
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan