Suara.com - Capres yang 'dijagokan' oleh Koalisi Perubahan yakni Anies Baswedan kini kehilangan 'tajinya'.
Anies kini mengalami nasib nestapa mulai dari elektabilitas yang kian merosot hingga dapat ultimatum dari salah satu partai pendukungnya yakni Partai Demokrat.
Diketahui bahwa internal Demokrat kini mewanti-wanti Anies untuk segera mengumumkan cawapresnya. Apabila Anies urung cepat-cepat mengumumkan cawapres, Partai Demokrat menilai akan ada konsekuensi serius yang mengintai.
Elektabilitas Anies terjun bebas: Kini ketinggalan dengan para rivalnya
Anies kini tertinggal jauh dari para capres rivalnya yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dalam tingkat elektabilitas.
Bak terjun bebas, elektabilitas Anies kian hari kian menurun berdasarkan yang dilaporkan oleh beberapa lembaga survei.
Arus Survei Indonesia (ASI) di Jawa Timur (Jatim) membuka sebuah survei yang dilaksanakan pada 15-22 Mei 2023 dalam bentuk simulasi.
Berdasarkan survei yang dilakukan tersebut, elektabilitas Anies hanya 8,3 persen, sedangkan Prabowo Subianto 36,7 persen, dan Ganjar Pranowo 35,4 persen.
Senada dengan ASI, Indikator Politik Indonesia memposisikan Anies di peringkat ketiga jauh di belakang Prabowo dan Ganjar.
Baca Juga: Pantesan Tak Mau Jadi Cawapres Anies, Ternyata Mahfud MD Punya Capres Jagoan Sendiri, Siapa?
Indikator Politik Indonesia melaporkan hasil survei yang memuat data elektabilitas Anies berada di 18,9 persen, Prabowo Subianto sebesar 38 persen, dan Ganjar Pranowo sebesar 34,2 persen.
Demokrat beri ultimatum hingga wacana evaluasi dukungan
Demokrat kini meminta Anies untuk segera 'berpasangan' alias secara resmi mengumumkan cawapresnya.
Dalam ultimatumnya, Demokrat menyatakan siap melakukan evaluasi dukungan mereka terhadap Anies jika bakal cawapres tak kunjung diumumkan hingga Juni 2023 ini.
"Kalau Juni (Anies Baswedan) belum deklarasi pasangan (cawapres), kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi (dukungan)," kata Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Senin (5/6/2023).
Andi juga menuding bahwa alasan utama mengapa elektabilitas Anies merosot adalah tak kunjung diumumkannya cawapres sang eks Gubernur DKI Jakarta itu. Atas dugaan itu, pihaknya mendesak Anies segera mendeklarasikan pasangannya.
Berita Terkait
-
Pantesan Tak Mau Jadi Cawapres Anies, Ternyata Mahfud MD Punya Capres Jagoan Sendiri, Siapa?
-
Partai Demokrat Mengevaluasi Dukungan Terhadap Anies Baswedan: Ancaman untuk Menarik Dukungan?
-
Jelang Pilpres, Puan Maharani Pastikan Visi Misi Ganjar Selaras dengan Presiden Jokowi
-
Demokrat Tegaskan Evaluasi Terhadap Anies Baswedan Bukan Bentuk Menarik Dukungan
-
Sebut Suara Ganjar Disusul Prabowo, Ade Armando Girang Anies Semakin Tertinggal
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard