Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kedatangan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO di markas PDIP, Jakarta pada Senin (28/8/2023).
Menurut Ketua DPP PDIP Said Abdullah, kedatangan pimpinan Partai Hanura itu merupakan bentuk dukungan formal kepada bakal calon presiden dari PDIP, yakni Ganjar Pranowo.
Berkaitan dengan itu, berikut ini profil Ketua Umum Hanura Oesman Satpa Odang yang temui Megawati dan Ganjar.
Oesman Sapta Odang merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Oesman lahir di Sukadana, Kalimantan Barat, pada 18 Agustus 1950.
Sosoknya dikenal merupakan pemilik konglomerasi OSO Group, di mana perusahaan itu bergerak di bidang pertambangan, air mineral, perkebunan, perikanan, percetakan, properti, transportasi, keuangan, komunikasi dan perhotelan.
Menurut majalah Globe Asia, kekayaan Oesman pada 2016 tercatat mencapai USD 350 juta.Hal itu membuat namanya masuk ke dalam jajaran daftar 150 orang terkaya di Indonesia.
Oesman diketahui mengambil ijazah paket C, sebelum akhirnya berhasil meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada 1999.
Selain aktif berbisnis, Oesman juga terjun dunia politik dan mendirikan Partai Persatuan Daerah. Namun sayang dalam beberapa kali Pemilu, partai yang didirikannya itu tidak lolos electoral threshold.
Oesman kemudian memutuskan untuk bermanuver dan bergabung ke Partai Hanura. Sosoknya lantas mulai menjabat menjadi Ketua Umum Partai Hanura menggantikan Wiranto pada 2016.
Baca Juga: Kritisi Sikap Bawaslu Terhadap PDIP Kampanyekan Ganjar, Perludem: Jangan Berpasrah Diri
Sementara itu, Oesman telah memegang sejumlah jabatan sepanjang kariernya, salah satunya Komisaris Lion Air. Ia lantas menjadi Ketua Kadin Daerah Provinsi Kalimantan Barat pada 1998 hingga 2004. Sosoknya juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI 1999 hingga 2004.
Oesman kemudian menjadi Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah pada 2002 sampai 2004. Lalu Ketua Umum Pengurus Pusat KKI (2002–2011) dan Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia (2002–2012).
Selanjutnya, dirinya pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 2010 hingga 2015, dan Ketua Umum Gebu Minang pada 2016 sampai 2021.
Oesman lalu dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura sejak 2016 hingga sekarang, dan Wakil Ketua MPR RI dari 2014 sampai 2019. Ia juga terpilih sebagai Ketua DPD RI pada 2017 sampai 2019 lalu.
Terbaru, sosoknya menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Pusat PERTI pada 2022 hingga 2027 mendatang.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Kritisi Sikap Bawaslu Terhadap PDIP Kampanyekan Ganjar, Perludem: Jangan Berpasrah Diri
-
Bawaslu Dalami Kegiatan Menempel Stiker Gambar Ganjar Pranowo, Gibran Ngaku Siap Disanksi
-
Perludem Senggol Bawaslu yang Apatis Saat Kepala Daerah PDIP Kampanyekan Ganjar: Jeli Dong!
-
Hasto PDIP Curi Momentum Elektabilitas Ganjar yang Tengah Rebound
-
Oso Hanura Diledek Hasto Karena Baru Nyatakan Dukungan untuk Ganjar: Dia Bereskan Dulu Hutan Rimba Politik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan