Suara.com - Lebarnya selisih elektabilitas antara Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo bila dua capres tersebut head to head di putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terlihat dari hasil survei terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN).
Dari hasil survei LSN menunjukan selisih keunggulan Prabowo atas Ganjar sangat signifikan hingga 12,3 persen.
"Sebanyak 53,5 persen responden menjatuhkan pilihannya pada Prabowo sementara hanya 41,2 persen responden yang menyatakan memilih Ganjar," kata Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam rilis yang diterima Suara.com pada Jumat (6/10/2023).
Terkait selisih elektabilitas yang lebar antara Ganjar dengan Prabowo, Gema memakluminya karena suara pendukung Anies Baswedan cenderung mengarah ke Prabowo.
"Dengan demikian, jika Anies tereliminasi di putaran pertama, hampir pasti mayoritas pendukungnya akan memberikan suara untuk Prabowo di putaran kedua," katanya.
Sebelumnya, dalam hasil survei yang dilakukan LSN, nama Prabowo jauh mengungguli dua rivalnya, yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dalam pertanyaan tertutup mengenai capres yang akan dipilih responden bila digelar saat ini, nama Prabowo berada ada di puncak.
"Sebanyak 40,9 persen responden mengaku memilih Prabowo, kemudian 33,1 persen menyatakan memilih Ganjar dan 22,2 persen menjatuhkan pilihan pada Anies," kata Gema.
Meski begitu, ia mengemukakan, masih ada 3,8 persen responden yang belum menentukan pilihan.
Dalam analisis lebih jauh, ia mengemukakan nama Prabowo tetap teratas, meski elektabilitas Ganjar alami kenaikan.
"Data ini menegaskan bahwa kendati elektabilitas Ganjar sedikit mengalami kenaikan, namun Prabowo tetap teratas," katanya.
Sebagai gambaran, survei LSN tersebut dilakukan pada periode 20-30 September 2023 di 38 provinsi.
Adapun jumlah sampel yang dilibatkan dalam survei ini sebanyak 1.420 responsen dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara angkat bertingkat atau multistage random sampling.
Sedangkan, margin of Error kurang lebih 2,6 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.
Berita Terkait
-
Direktur Eksekutif LSI Sebut Prabowo Menang Jauh Bila Head to Head Lawan Ganjar di Pilpres Putaran Kedua
-
Romy PPP Sebut Ganjar Sowan ke Said Aqil Sebagai Hal Biasa: Beliau Perlu Restu Ulama dan Nasehat
-
Strategi Berbeda dari Parpol Koalisi Menangkan Ganjar: Pemilih di Pulau Jawa, NU, dan Milenial Jadi Kunci
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital
-
Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana
-
Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'
-
APBD DKI 2026 Turun ke Rp79,59 Triliun, DPRD Jakarta Janji Bansos dan Sekolah Tetap Aman