Suara.com - Gibran Rakabuming Raka sebelumnya ramai dikabarkan berpotensi menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto. Namun, skenario itu hanya bisa terjadi jika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengubah batas usia capres dan cawapres di Indonesia.
Sebagai informasi, usia minimal untuk menjadi cawapres Republik Indonesia adalah 45 tahun. Sementara itu, usia Gibran adalah 36 tahun. Artinya, anak sulung Presiden Jokowi itu tidak bisa maju sebagai cawapres jika MK belum mengubah putusan.
Kemungkinan Gibran menjadi cawapres itu pun dikomentari oleh pegiat media sosial, Jhon Sitorus. Menurutnya, Presiden Jokowi pada akhirnya akan selalu mendengarkan hati nurani dan tidak akan menampar wajah sendiri.
"Yang kita tahu, Jokowi selalu mendengar hati nurani, bukan suara ambisi. Jokowi tak ingin menampar wajahnya sendiri dengan mempermainkan konstitusi sesuai selera penguasa," tulis Jhon Sitorus dalam akun X @Miduk17, Selasa (10/10/2023).
"IKN, Tol Trans Jawa, 10 Bali Baru, G20, Asian Games, Trans Papua, Trans Sumatera, Energi Terbarukan, Hilirisasi, Prakerja, Merebut Freeport, Kereta Cepat, MRT, LRT dan lain-lain. Semua (program Jokowi) sedang di jalur yang tepat menuju Indonesia Maju," tambahnya.
Sambil membagikan foto kebersamaan Gibran dengan Jokowi, Jhon Sitorus menilai bahwa keputusan Gibran menjadi cawapres bisa merusak peninggalan Jokowi selama ini. Termasuk mempertaruhkan kepercayaan publik.
"Satu keputusan politik bisa merusak semua legacy (peninggalan) yang ditanamkan selama ini. 82 persen kepercayaan publik jadi pertaruhan, akankah wajah Jokowi masih sama? Tidak haus kekuasaan dan pro demokrasi dan reformasi?" tanya Jhon Sitorus.
Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga mengamini jika keputusan batas usia capres dan cawapres memang ada di tangan MK. Meski demikian, Jokowi sebagai presiden dinilai bertanggung jawab terhadap keputusan besar.
Keputusan memang di MK, tapi presiden adalah manusia tertinggi diatas semua keputusan2 besar tersebut
Baca Juga: Underbow Gerindra Mau Gibran Jadi Cawapres Prabowo: Umur Bukan Tolok Ukur Kapasitas Seseorang
"Pun jika syarat itu (batas usia capres-cawapres) lolos, ini sekaligus menguji sikap anak muda dan Jokowi kembali, apakah akan tergiur?" papar Jhon Sitorus.
"Akankah keputusan mengubah syarat usia minimal itu jangan-jangan hanya mengecoh kubu oportunis untuk berforia sementara lalu menendang balik dengan say 'no'? Ingat, Jokowi adalah Jokowi. Saya masih percaya itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Underbow Gerindra Mau Gibran Jadi Cawapres Prabowo: Umur Bukan Tolok Ukur Kapasitas Seseorang
-
Lagi! Gibran Kembali Didorong Jadi Cawapres Prabowo, Sekarang Datang dari Underbouw Gerindra
-
Gara-gara Akun Instagram Kucing, Gibran Rakabuming Dituding Terima Endorse: Minimal Otaknya Dipakai!
-
Obrolan 'Senja' Jokowi, SBY dan Prabowo Sebelum Pamit
-
Gibran Diundang Konsolidasi Partai Gerindra di Solo, Sekaligus Pengumuman Cawapres Prabowo Subianto?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024