Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) Mikhael Rajamuda Bataona, menyarankan agar Prabowo Subianto memilih Erick Thohir jadi cawapres daripada Gibran Rakabuming Raka.
Ia beralasan, Gibran sebagai anak Jokowi yang sebagian besar pendukung Prabowo adalah pemilih setianya. Pemilih-pemilih ini sudah menjadi voters yang setia atau voters kepala baru dari Pilpres 2019 yang sangat berseberangan dengan Jokowi.
"Jika Gibran menjadi cawapres Prabowo maka sudah pasti mereka akan pindah ke Anies-Muhaimin," kata dia, dikutip dari Antara pada Minggu (22/10/2023).
Ia menambahkan, ada pendukung Prabowo yang merupakan pemilih Jokowi dengan minat baik ke figur Prabowo dan Jokowi.
Kalangan ini, kata dia, tidak semuanya akan tetap setia mendukung Prabowo ketika rasionalitas mereka terganggu dan terlukai oleh majunya Gibran karena pendukung Jokowi itu tidak hanya pemilih tradisional.
"Banyak juga yang kelompok kelas menengah di kota, kaum terdidik, budayawan, dan kaum rasional yang sangat membenci praktik politik dinasti. Mereka ini sudah pasti terganggu dan bisa melakukan migrasi ke Ganjar maupun ke Anies karena praktik politik dinasti itu bagi banyak orang adalah sesuatu yang tidak etis," katanya.
"Jika Prabowo tetap memaksakan opsi maju dengan Gibran, maka dalam waktu ke depan yang dihadapi Prabowo dan koalisinya adalah kampanye masif terbuka dan penolakan terhadap politik dinasti," sambung dia.
Terlebih, jika memilih Gibran sebagai cawapres, Prabowo Subianto akan dihadapkan dengan isu oligarki dan politik dinasti.
Menurutnya, bayang-bayang kembalinya praktik rezim Orde Baru ini bisa sangat merugikan citra dan popularitas Prabowo, karena siapa pun tahu bahwa Prabowo adalah anak mantu Soeharto, sang penguasa selama 32 tahun memimpin Indonesia.
Baca Juga: Kode Cawapres Prabowo dari Cuitan Gibran Bikin Warganet Sibuk Menebak: Paus Itu Payus, Pak Yusril!
"Mimpi buruk dan bayang-bayang kembalinya rezim Orde Baru akan langsung mengubah dan menggerus dukungan ke Prabowo," kata dia, dikutip dari Antara.
Isu ini menjadi topik hangat dalam diskusi masyarakat belakangan ini karena kini publik lebih cerdas dan teredukasi.
Tema ini akan terus dibahas di platform online dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk demonstrasi dan protes di Indonesia.
"Oleh karena itu, menurut saya, jika Prabowo bersikeras untuk memilih Golkar dan partai koalisi untuk berpasangan dengan Gibran, maka yang akan dihadapinya adalah pandangan rasional dan logis dari publik yang menolak politik dinasti, oligarki, dan nepotisme. Oleh karena itu, sebelum melakukan deklarasi, Prabowo harus mempertimbangkan konsekuensi pilihan ini dengan hati-hati dan cermat," ujarnya.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Restui Gibran Maju Cawapres, Nilai Anaknya Sudah Dewasa
-
Jokowi Tak Mau Campuri Urusan Politik Gibran, Tapi Restui Apapun Keputusannya
-
Gibran Rakabuming Diusung Jadi Cawapres Prabowo, Gimana Ya Nasib Markobar?
-
Pengamat: Bayang-bayang Dinasti Politik Orde Baru Hantui Prabowo Jika Gibran Jadi Cawapres
-
Kode Cawapres Prabowo dari Cuitan Gibran Bikin Warganet Sibuk Menebak: Paus Itu Payus, Pak Yusril!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman