Suara.com - Presiden Joko Widodo dan beberapa anggota keluarganya resmi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Jokowi sendiri dan dua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Ipar Jokowi, Anwar Usman yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga ikut dilaporkan ke lembaga antirasuah. Situasi itu kemudian mendapatkan kritikan pedas dari pegiat media sosial Dokter Tifa.
Melalui akun X (dulu Twitter) miliknya, Dokter Tifa membagikan tangkapan layar pemberitaan Jokowi dan keluarganya yang dilaporkan ke KPK. Dalam berita itu, Jokowi, Gibran, Kaesang, dan Anwar Usman dilaporkan atas kasus dugaan nepotisme.
Dokter Tifa pun memandang sejauh ini hanya dua orang yang tidak melihat hal tersebut sebagai nepotisme.
"Cuma dua orang yang tidak bisa lihat ini sebagai nepotisme. Satu, orang idiot. Dua, orang gila," tulis @/DokterTifa dalam cuitannya seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/10/2023).
Sentilan pedas Dokter Tifa kepada Jokowi dan anak-anaknya ini pun menuai atensi luas publik. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan Dokter Tifa itu sudah dibaca 17 ribu kali dan mendapatkan ribuan tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Tak sedikit yang setuju dengan pendapat Dokter Tifa dan mengkritik dinasti politik Presiden Jokowi.
"Bukannya rakyat takut Prabowo-Gibran akan menang, tapi pencalonan Gibran sebagai bakal cawapres sangatlah menghina rakyat!" kritik warganet.
"Sangat sepakat," sahut warganet.
Baca Juga: Moment Ganjar Pranowo Dipijat Gibran, Gunakan Jurus 'Gibran Mengeluarkan Angin'
"Saya ingat kalimat tahun 1999, yang tidak diketahui dari siapa: 'Sinners easily see sin across the sea'," komentar warganet.
"Semua itu bermuara dari partai PDIP," celetuk warganet.
"Brilian pemikiran dan pernyataan bu dokter. Kalau boleh menambakan satu lagi, otaknya ketutup nafsu serakah," tambah yang lain.
Sebagai informasi, putusan Ketua MK Anwar Usman terhadap gugatan batas usia capres-cawapres telah memicu kontroversi. Pasalnya, keputusan Ketua MK itu dinilai menguntungkan sang keponakan, Gibran Rakabuming Raka.
Ini setelah Ketua MK mengabulkan gugatan batas usia minimal capres-cawapres menjadi 35 tahun, dari yang tadinya 40 tahun. Syaratnya, capres-cawapres harus memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.
Putusan itu membuat Gibran yang tadinya terganjal aturan usia 40 tahun, kini menjadi bisa maju sebagai cawapres. Diketahui usia anak sulung Presiden Jokowi ini adalah 36 tahun.
Pasca putusan MK, Gibran pun langsung melakukan manuver politik. Ia setuju diusung oleh Koalisi Indonesia Maju menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Moment Ganjar Pranowo Dipijat Gibran, Gunakan Jurus 'Gibran Mengeluarkan Angin'
-
Jokowi Kasih Kemudahan Beli Rumah, Bebas PPN Hingga Biaya Administrasi
-
Total Harta Kekayaan Dinasti Politik Jokowi: Banjir Uang! Dari Gibran sampai Anwar Usman
-
Pro-Kontra Pasangan Prabowo-Gibran Dianggap Biasa Oleh Anggota DPRD Kaltim: Demi Kemajuan Bersama
-
Ketua KPK Gocek Wartawan, Firli Bahuri Dapat Perlakuan Khusus saat Diperiksa Kasus SYL di Mabes Polri?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123