Prabowo mengungkapkan ada sejumlah menu yang disediakan di meja bundar di salah satu ruang makan di dalam Istana. Ganjar, bahkan, mengakui dirinya makan banyak saat duduk satu meja dengan Jokowi dan dua bakal capres tersebut.
Ketiganya yang kompak mengenakan batik dalam jamuan makan siang di Istana bareng presiden tersebut.
Adapun usai makan siang bersama Jokowi, ketiganya menemui awak media untuk melakukan konferensi pers bersama. Prabowo mengawali sesi wawancara dengan menyampaikan hal terkait jamuan makan siang
"Jadi kita baru saja diundang makan oleh bapak presiden dan lumayan tadi ya makannya," kata Prabowo sambil memandang Anies dan Ganjar.
"Saya makan banyak sih," timpal Ganjar.
Prabowo lantas melanjutkan keterangannya dengan menyebutkan sejumlah menu makanan yang disediakan.
"Ada soto tadi ya, lontong, cumi-cumi," kata Prabowo
"Sayur juga," ujar Anies melengkapi.
"Sayur. Lumayan," kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan suasana makan siang bersama tersebut berlangsung secara akrab. Menurutnya bila tidak ada undangan dari Jokowi, dirinya bakal jarang mendapat kesempatan bersama dalam satu momen dengan Anies dan Ganjar.
"Jadi bagus ya kita juga dalam suasana yang akrab dan tadi kami juga ucapkan terima kasih diundang. Kalau nggak diundang kita jarang bisa kumpul ya," kata Prabowo.
Terpisah, Ganjar menegaskan kembali bahwa makanan dalam jamuan di Istana merupakan makanan enak. Hal ini disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan terkait ada tidaknya pesan khusus.
"Makanannya enak," kata Ganjar sembari berjalan menuju mobil.
Jamuan makan siang istimewa tersebut kemudian ditafsirkan sebagai diplomasi politik Jokowi menjelang Pemilu 2024 mendatang. Pengamat politik dari The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai, makan siang tersebut menunjukan komitmen kebangsaan.
"Dalam kontestasi pemilu 2024 nanti dengan sesuatu hal yang berbeda dengan dua pemilu sebelumnya," katanya kepada Suara.com.
Ia mengemukakan, makan siang di Istana Negara bersama tiga capres, merupakan langkah antisipasi untuk menstabilkan tensi politik yang biasanya akan meningkat menjelang pemilu.
"Di dua pemilu sebelumnya sangat panas, sangat membuat polarisasi yang kuat di masyarakat, sehingga dengan adanya pertemuan presiden dengan bakal calon presiden kemarin itu bisa membuat tensi di masyarakat cukup merendah," ujarnya.
"Dengan adanya makan siang kemarin itu memperlihatkan bahwa ketiga bakal calon presiden tersebut memiliki komitmen kebangsaan yang kuat agar tidak menjalankan atau memainkan pertarungan yang tidak sehat nantinya, walaupun kita tidak tahu ke depannya."
Senada dengan Arfianto, pengamat politik Ahmad Khoirul Umam juga menilai positif agenda makan siang yang dilakukan Jokowi bersama tiga capres tersebut. Ia menilai hal tersebut merupakan langkah untuk mengokohkan pondasi politik serta rekonsiliasi jelang Pemilu 2024.
"Dengan mengumpulkan para capres, Jokowi hendak mengesankan dirinya seolah bisa netral dan berdiri tegak di atas tiga capres yang berlaga," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Ia mengemukakan, langkah tersebut sekaligus mencegah terjadi pembelahan dan benturan saat kontestasi politik di tahun depan
"Agar tidak ada pembelahan dan benturan mendasar dalam proses kontestasi ke depan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Warganet Unggah Potongan Video Hormat Prabowo Dicuekin Anies dan Ganjar Usai Makan Siang Bareng Jokowi
-
Senin di Istana, Selasa di Rumah Erick Thohir, Prabowo Nikmati Makan Siang Bersama Kawan dan Rival Politik
-
Jokowi Makan Siang Bareng 3 Capres, PDIP Anggap Jadi Peringatan ke Ganjar-Anies: Kamu Akan Hadapi Kekuatan Besar
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024