Suara.com - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sempat menemui puluhan organisasi relawan di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (17/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Ganjar menampung segala aspirasi dan menjanjikan program-program sebagai bentuk penyelesaian masalah.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Ganjar ialah pemberdayaan keluarga single parent yang membutuhkan akses pada UMKM.
Ia berjanji akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka. Sementara untuk UMKM, Ganjar berkomitmen untuk memberikan akses modal yang mudah hingga pelatihan untuk menambah keterampilan.
"Kalau sudah punya kemampuan untuk memproduksi sesuatu, maka berikutnya adalah akses modal. Maka sebenarnya banyak akses yang dibisa dipakai dengan suku bunga rendah atau kita menggunakan pola-pola pembiayaan yang lain, entah itu CSR, Baznas dan sebagainya, dan yang terakhir bagaimana kita mendampingi mereka," kata Ganjar dikutip Minggu (19/11/2023).
Selain itu, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menerima keluhan soal nasib para atlet di daerah. Menurutnya, perlu ada pemberian dukungan serta ruang bagi atlet dari berbagai daerah, bukan hanya di pusat kota.
Sama seperti di daerah lainnya, Ganjar juga kembali mendapati keluhan sulitnya pupuk dan tantangan dalam sektor pertanian.
Ia menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan kemudahan akses pupuk.
"Modernisasi pertanian, memudahkan pupuk, sekali lagi saya sampaikan mendata petani itu wajib," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ganjar menegaskan kepeduliannya terhadap peran budayawan dalam memajukan masyarakat Indonesia. Ia mengaku mendukung adanya infrastruktur kebudayaan dan upaya meningkatkan nilai budaya di tengah masyarakat.
Puluhan organisasi relawan yang hadir menemui Ganjar, diantaranya Mak Ganjar, Ganjar Muda Padjajaran (GMP), Kowarteg Indonesia dukung Ganjar, Srikandi Ganjar, Orang Muda Ganjar (OMG), Ganjar Milenial Center (GMC), Srikandi Ganjar, Santri Dukung Ganjar (SDG), Komunitas Ojek Online (Kajol) Indonesia dukung Ganjar, hingga Ganjaran Buruh Berjuang (GBB) dan lain sebagainya.
Berita Terkait
-
UMKM Wajib Tahu Pentingnya Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual
-
Kala Pose Tiga Jari Mahfud bareng Pilot Garuda Pancing Kegaduhan
-
Sowan ke Habib Puang Makka, Ganjar Pranowo: Diingatkan Pemimpin Jangan Lupa Siapa yang Pernah Menolong
-
Klaim Hasto PDIP Soal TPN GAMA Dapat Tekanan Penguasa, Sebut Adian Napitupulu Hingga Yunarto Wijaya
-
Sentil Ganjar Pranowo, Nikita Mirzani Langsung Disemprot Kader PDIP: Mending Kau Urus Anakmu
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi