Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, ternyata turut menyaksikan langsung gelaran perempat final Piala Dunia U-17 antara Brazil melawan Argentina di Jakarta International Stadium atau JIS, Jumat (24/11/2023) kemarin.
Hal itu diketahui berdasarkan unggahan akun intagramnya @aniesbaswedan seperti dilihat Suara.com, Sabtu (25/11/2023).
Anies menyaksikan pertandingan ini didampingi oleh sang istri, Fery Farhati dan ditemani oleh rekannya yang bernama Fery.
Ia tampak datang dengan menggunakan pakaian kemeja hijau army dan sang istri menggunakan pakaian rapih dengan aksen batik.
Dalam video terlihat Anies serta istri asyik menyaksikan jalannya pertandingan.
Namun, pertandingan ini memang sempat tertunda kick off-nya lantaran JIS diguyur hujan deras dan lapangan tergenang air.
Momen delay pertandingan tersebut pun dimanfaatkan Anies untuk berkeliling tribun untuk menyapa para penonton dan meladeni ajakan swafoto.
Hal itu juga sebagaimana diterangkan oleh Anies dalam unggahan tersebut. Anies mengaku senang awalnya bisa kembali menyaksikan pertandingan sepak bola di JIS.
Namun, ia menyinggung adanya momen pertandingan tertunda lantaran hujan deras dan lapangan tergenang air.
Baca Juga: Dihabisi Tiga Gol Tanpa Balas, Pelatih Brasil Akui Kehebatan Argentina di Piala Dunia U-17
"Senang bisa nonton bola di JIS lagi, kali ini sebagai warga biasa. Perempat final Piala Dunia U-17, Brazil vs Argentina. Sayang kick off-nya delay, jadi saya dan Fery keliling foto-foto dulu…," kata Anies.
Ia lantas bertanya kepada followersnya di Instagram apakah ada yang sama menyaksikan pertandingan Brazil vs Argentina semalam di JIS.
"Ada yang nonton langsung juga di JIS semalam?," tulis Anies.
Untuk diketahui, hujan deras mengguyur kawasan Jakarta International Stadium (JIS) tempat berlangsungnya babak perempatfinal Piala Dunia U-17 2023, Jumat (24/11/2023) malam. Hujan tersebut berlangsung jelang pertandingan antara Brasil vs Argentina.
Hujan memang cukup deras mengguyur JIS. Akibatnya, lapangan terlihat banjir di beberapa bagian saking derasnya hujan.
Hujan deras yang mengguyur lapangan terjadi ketika tim Brasil dan Argentina sedang melakukan pemanasan jelang pertandingan. Alhasil, sesi pemanasan yang menggunakan bola cukup terganggu karena tak bisa berjalan dengan baik.
Pantauan Suara.com, cukup banyak genangan di JIS karena hujan tersebut. Bahkan, rumput dalam genangan tersebut terlihat menghitam yang tak sedap dipandang mata.
Garis tengah lapangan yang seharusnya berwarna putih pun terlihat luntur karena hujan. Untungnya, hujan deras di JIS tidak berlangsung lama.
Petugas langsung sigap berusaha menghilangkan air dari genangan yang dapat mengganggu jalannya laga. Terlihat petugas mendorong air ke luar lapangan.
Adapun duel Brasil vs Argentina terpaksa ditunda selama 30 menit dan dijadwalkan kick-off pada 19.30 WIB karena hujan deras yang mengguyur JIS. Kondisi lapangan yang becek tidak memungkinkan untuk memulai laga sesuai jadwal.
Sementara penonton terlihat cukup antusias menanti duel klasik ini. Pendukung dari kedua kesebelasan sabar menanti sampai pertandingan dimulai.
Berita Terkait
-
Viral Lapangan JIS Kebanjiran saat Duel Brasil vs Argentina, Erick Thohir Kena Semprot Warganet
-
Pelatih Prancis Enggan Remehkan Uzbekistan: Mereka Mampu Singkirkan Inggris
-
Kontras, Rekan Setim Amar Brkic Berhasil Lolos ke Semifinal Piala Dunia U-17 2023
-
Spanyol Berlutut di Kaki Pemain Jerman, Robert Ramsak: Kuncinya Mental
-
Dihabisi Tiga Gol Tanpa Balas, Pelatih Brasil Akui Kehebatan Argentina di Piala Dunia U-17
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan