News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (20/8/2026) pukul 17.20 WIB. ANTARA/HO-Stageof BMKG Yogyakarta
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul akibat aktivitas Sesar Opak.
  • Getaran gempa dirasakan di berbagai wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah tanpa menimbulkan laporan kerusakan bangunan.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan belum ada aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 17.39 WIB.

Suara.com - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (20/8/2026) sore. Getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Solo dan Magelang.

Stasiun Geofisika (Stageof) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Opak.

Kepala Stageof Sleman Ardhianto Septiadhi mengatakan gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 7.88 Lintang Selatan dan 110.45 Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada di darat, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," jelas Ardhianto.

Getaran paling kuat dirasakan di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan seperti ada truk bermuatan yang melintas.

Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman, DIY, serta Klaten, Solo, dan Magelang, Jawa Tengah.
Getaran pada skala tersebut dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.

Meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.

Baca Juga: Tinjau Tenda Darurat di Sikka, Gibran Ditodong Bupati Beri Nama Bayi Korban Gempa yang Baru Lahir

Belum Ada Gempa Susulan

Stageof BMKG juga terus memantau aktivitas gempa setelah guncangan utama.
Hingga pukul 17.39 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya. (Antara)

Load More