Namun, lantaran banyak masyarakat yang merasa kehilangan dengan pensiunnya KA Parahyangan, akhirnya KA membuat terobosan untuk menggabungkan KA Parahyangan dengan KA Argo Gede yang hingga kini dikenal dengan Argo Parahyangan.
Nama Parahyangan sendiri diambil dari julukan Kota Bandung yang secara harfiah berarti tempat bersemayam para dewa. Meski begitu saat kehadiran Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh, kekhawatiran kembali muncul akan hilangnya Argo Parahyangan karena digusur kereta cepat yang resmi beroperasi 2 Oktober 2023.
Namun hal tersebut ditepis Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo, beberapa waktu lalu.
Kepada awak media ia memastikan bahwa KA Argo Parahyangan tetap beroperasi meski sudah ada Whoosh. Menurut Didiek, KA Argo Parahyangan merupakan kereta yang sudah melegenda dan sudah melekat dengan masyarakat Jawa Barat.
"Argo Parahyangan kan legend ya udah jadi milik masyarakat Jawa Barat. Kita harus jaga kelangsungan layanannya," katanya, baru-baru ini.
Ia bahkan mengatakan dengan beroperasinya Whoosh ini mengharuskan pelayanan KA Argo Parahyangan selaras dengan dan berkesinambungan dengan kereta cepat.
Berita Terkait
-
'Rahasia' Politik Demokrat Habis Dikuliti Anas Urbaningrum, Gagal Usung AHY Jadi Cawapres
-
Anas Urbaningrum Ungkap 'Rahasia' Batalnya Anies Pilih AHY Jadi Cawapres: Tak Ada Prospek Menang!
-
Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Debat Capres, Anies: Ini Bukan Cerdas Cermat yang Harus Belajar
-
Anies Tak Terima Mayoritas Orang Indonesia Disebut Ber-IQ 78; Yang Benar Saja! Simpanse Aja 90-an
-
Viral Jutaan Data Pemilih di KPU Diretas, Anies Singgung Soal Integritas Operator
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel