Suara.com - Capres (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan tidak terima bila mayoritas orang Indoensia disebut memiliki IQ rendah yakni 78.
Anies menilai, anggapan tersebut patut dipertanyakan kembali.
"Saya terus terang tidak percaya dengan angka 78 IQ itu dan menurut saya itu harus dipertanyakan ulang secara mendasar," ujar Anies di acara Desak Anies, Bandung, Rabu (29/11/2023).
Menurut Anies, label IQ rendah mayoritas orang Indonesia akan menghancurkan kepercayaan diri. Ia meminta publik tidak lagi membahas hal tersebut.
"Itu menghancurkan kepercayaan diri kita dengan mengatakan rata-rata IQ orang Indonesia itu 78. Itu menurut saya tidak boleh kita ulang-ulang cek lagi," kata Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu merasa heran. Ia lalu membandingkan IQ simpanse yang lebih tinggi dibandingkan IQ rata-rata masyarakat Indonesia.
"Masa IQ simpanse lebih besar dari rata-rata orang Indonesia. Yang bener saja, coba anda cek, simpanse itu 90-an," ucap Anies.
Oleh sebab itu, Anies menekankan bahwa urusan IQ merupakan suatu hal yang harus dicek kembali. Ia merasa yakin jika orang Indonesia memiliki potensi yang besar.
"Soal IQ ini adalah sesuatu yang harus kita cek ulang bener-bener review ulang, sambil kita bilang potensi kita ini besar sekali. Kesempatan aja yang mungkin kita belum jawab," jelas Anies.
Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Anies Baswedan Bakal Kaji Ulang Undang-Undang IKN
Sebelumnya diberitakan, pada hari kedua kampanye, Anies Baswedan mengunjungi wilayah Bandung.
Ia mengkritik tingginya angka investasi di Indonesia yang tidak sejurus dengan peningkatan lapangan pekerjaan.
Menurut Anies, investasi yang selama ini dilakukan oleh negara justru tidak menyerap banyak tenaga kerja.
"Jadi ketika investasi kita melonjak dari sekitar 400 triliun di 2013, sekarang menjadi 1.200 triliun di tahun 2022. Angka itu lonjakannya tinggi," kata Anies di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023).
"Tapi penurunan pengangguran itu rendah. Karena banyak sektor-sektor yang terima investasi tidak terima tenaga kerja," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Anies mengusulkan investasi yang dilakukan oleh negara harus bisa mendorong lebih banyak penyerapan tenaga kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024