Suara.com - Capres nomor urut satu, Anies Baswedan memaparkan tiga kriteria untuk menjadi menteri di kabinetnya jika terpilih sebagai Presiden.
Anies menyatakan bahwa ia tidak akan berpatokan memilih menteri dari anggota partai atau non partai.
"Jadi menurut saya bukan partai non partai, tapi kompeten atau tidak kompeten. Yang direkrut adalah orang-orang yang kompeten," kata Anies dalam acara 'Desak Anies' di Medan, Sumatera Utara, Minggu (3/12/2023).
Anies menyampaikan, menteri di kabinet harus merupakan figur yang berkompeten, punya rekam jejak yang baik dan memiliki kedekatan dengan bidang yang akan dikerjakan.
"Orang bisa berkompeten orang bisa berintegritas, tapi dia tidak pernah mengurusi itu, nanti akan bermasalah. Tiga itu kriterianya," ucap Anies.
Menurutnya, setiap orang berhak menjadi menteri di kabinet tanpa memandang latar belakang partai politik atau non partai politik.
"Baik partai non partai dia adalah anak Indonesia yg punya kesempatan yang sama yang penting tiga persyaratannya terpenuhi," jelas dia.
Anies mengisi kampanye hari keenam di Sumatera Utara. Anies telah menghadiri Haul Guru ke-21 Saidi Syekh H Amir Damsar Syarif Alam di Pondok Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis, Deli Serdang.
Selain itu, Anies juga sudah bertemu dengan para relawannya dan masyarakat di GOR Dispora Pancing, Deli Serdang. Setelahnya, Anies akan menghadiri acara Desak Anies di Pos Bloc, Medan.
Baca Juga: Serang Balik! Timnas AMIN Sebut TKN Prabowo-Gibran Ogah Ikut Debat Capres-Cawapres
Kegiatan Anies di Kota Medan akan ditutup dengan minum kopi bersama warga di Bandar Kupi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024