Suara.com - Gimik politik Joget Gemoy yang 'diusung' pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming harusnya diimbangi dengan kemampuan adu gagasan di forum-forum resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat politik Yusak Farchan. Menurut Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan, jangan berlebihan mengeksploitasi joget gemoy.
Bahkan, menurutnya, pasangan capres-cawapres itu tak boleh terus-menerus menarik pemilih muda dengan gimik politik semacam itu.
"Style komunikasi publik yang sudah kreatif harus diimbangi dengan (kemampuan adu gagasan) di forum-forum resmi. Forum resmi debat kan digelar bukan hanya oleh KPU, tapi banyak," katanya dikutip Antara, Senin (11/12/2023).
Lantaran itu, ia mengingatkan agar Prabowo-Gibran dapat tampil pada forum-forum debat, tidak boleh menghindari undangan-undangan debat publik, di luar yang sudah difasilitasi oleh KPU.
"Karena itu menjadi penting, mereka harus mampu menjawab persepsi publik yang menyatakan mereka tidak punya visi-misi yang konkret," katanya.
Ia menilai, popularitas pasangan tersebut saat ini tinggi di kalangan milenial dan generasi Z. Selanjutnya, ia menganjurkan agar pasangan itu juga wajib mengedukasi pemilih dan memberikan program yang konkret bagi konstituen mereka.
Dalam catatannya, dari sekitar 19 forum dialog dan adu gagasan yang digelar selama beberapa bulan terakhir, Prabowo-Gibran tercatat absen hingga 10 kali.
Jumlah tersebut jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin yang sama-sama hanya absen sekali.
Baca Juga: TKN Sebut Prabowo-Gibran Janjikan Pinjaman Modal Bagi Milenial yang Mau Dirikan Startup
Bahkan, dalam beberapa forum, Prabowo juga kerap tampil sendirian.
Yusak mengkritik jarangnya kehadiran Gibran di forum-forum debat. Padahal sebagai cawapres, Gibran seharusnya berani beradu gagasan dengan kandidat-kandidat lainnya di forum publik.
Dengan begitu, Gibran tak selalu dipersepsikan mendapat tiket cawapres lantaran statusnya sebagai putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Supaya persepsi publik ini tidak menganggap bahwa Gibran datang hanya dengan pepesan kosong."
"Kalau Prabowo, beda. Dia sudah dua kali ikut pilpres dan lebih siap. Kalau bicara visi-misi, Prabowo sudah teruji di panggung- panggung. Gibran yang perlu lebih membuktikan diri," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024