Suara.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi hasil survei yang menunjukkan bahwa pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang diusungnya, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di posisi terbawah.
Menurut dia, banyak intimidasi yang diterima oleh pihaknya sehingga menyebabkan turunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud.
“Sebenarnya kalau kami lihat dukungan rakyat sangat kuat, hanya memang kami akui banyak intimidasi sehingga menyebabkan undecided bahkan unspoken voters,” kata Hasto di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).
Meski begitu, Hasto mengaku yakin bisa meningkatkan elektabilitas Ganjar-Mahfud dengan turun ke rakyat untuk memperkenalkan program-program andalannya.
“Kami turun ke bawah dan ketika kami sosialisasikan KTP Sakti satu kartu terpadu Indonesia Ganjar Mahfud ternyata tanggapannya sangat luar biasa dari ibu-ibu, dari wong cilik, dari kaum muda krn mereka mendapatkan suatu kepastian bahwa komitmen di dalam memajukan pendidikan, memberikan kartu Indonesia pintar, Indonesia Sehat, bansos agar tidak salah sasaran BLT, agar tidak salah sasaran semua dengan satu kartu yaitu KTP Sakti,” tutur Hasto.
Sebelumnya diberitakan, Litbang Kompas merilis hasil survei terkait elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2024. Hasilnya, capres-cawapres Prabowo-Gibran ungguli pasangan lainnya.
Pada hasil survei kali ini, Prabowo-Gibran memperoleh elektabilitas sebesar 39,3 persen. Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2 tersebut lumayan jauh dari rivalnya.
Di posisi kedua terdapat Anies-Muhaimin yang memperoleh 16,7 persen. Ganjar-Mahfud justru berbeda di peringkat paling buncit karena hanya mendapatkan 15,3 persen suara.
Sementara itu, sebanyak 28,7 persen responden memilih opsi belum menentukan pilihan.
Survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 29 November-4 Desember 2023. Survei ini melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak dilibatkan dalam pengambilan survei ini.
Batas kesalahan survei ini kurang lebih 2,65 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Sambil Nyicip Kopi Hitam, Gibran Bagi-bagi Gantungan Kunci 'Upin-Ipin' ke Ribuan Pedagang Starling di GBK
-
Tiba Di Kantor KPU, Hasto PDIP: Ganjar-Mahfud Siap Hadapi Debat Malam Ini
-
Meluber di Parkir Timur Senayan, Pedagang Kopi Starling di Jakarta Siap Menangkan Prabowo - Gibran: Settong Putaran
-
Ketua TPN Arsjad Rasjid Harap Warga Nonton Debat Perdana Pilpres: Biar Lebih Mantap Pilih Ganjar-Mahfud
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek