Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB
Petani menanam mentimun di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj]
Petani menanam mentimun di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj]
Petani menanam mentimun di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj]

Suara.com - Petani menanam mentimun di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). Guna mempertahankan produksi saat musim kemarau, petani setempat memasang plastik mulsa perak pada media tanam.

Penggunaan mulsa perak membantu mengurangi penguapan air dari tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma. Langkah tersebut menjadi salah satu cara petani menjaga kelembapan lahan saat pasokan air terbatas.

Kemarau turut menekan sektor pertanian di lereng Lawu. Pada Agustus, sejumlah petani sayuran di Magetan melaporkan hasil panen turun hingga 80 persen akibat minimnya air.

Pemkab Magetan juga memperkuat pengelolaan irigasi pertanian. Salah satu kelompok pengelola irigasi setempat melayani aliran air untuk lahan seluas 692 hektare yang mencakup 10 desa di empat kecamatan. [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com