Suara.com - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku siap untuk menghadiri undangan adu gagasan terkait upaya pemberatasan korupsi yang diadakan oleh KPK.
"Kalau ada undangan untuk berbagi pandangan, berbagi gagasan, selama ini selalu siap. Boleh dicek," kata Anies di Bekasi, Jumat (15/11/2023)
Anies mengaku, selama ini ini selalu menghadiri undangan adu gagasan.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengklaim akan memenuhi undangan dari KPK.
"Apalagi kalau yang mengundang adalah KPK," ucap Anies.
Lebih lanjut, Anies tiba-tiba menyinggung mengenai kode etik bagi para pimpinan KPK.
Baginya, pimpinan KPK tidak boleh mementingkan urusan hukum, tapi juga menjaga etika.
"Jangan sampai pimpinan KPK tidak menjunjung etika, bukan hanya taat hukum, taat kode etik," kata Anies.
Sebelumnya, KPK berencana mengundang tiga pasangan capres-cawapres untuk beradu gagasan.
Baca Juga: Tim Pemenangan AMIN Targetkan Raih 60% Suara di Jambi, Ini Strateginya!
Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron untuk mengawal komitmen mereka dalam upaya pemberantasan korupsi.
Jadi KPK nanti untuk mengawal dan kemudian memastikan komitmen para capres pada agenda-agenda pemberantasan korupsi," kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (14/12).
Ghufron menyebut pertemuan akan digelar pada awal Januari mendatang. Formatnya katanya, bukan dalam bentuk debat.
"Tapi kita akan bikin momen, bagaimana visi-misi dia dalam perspektif untuk memberantas korupsi. Kami akan mengundang di sekitar awal ataupun pertengahan Januari," katanya.
Berita Terkait
-
Novel Baswedan Protes Firli Bahuri Ungkap Pimpinan KPK Diancam di Sidang Praperadilan
-
Kubu AMIN Minta Istana dan MK Dipasangi Kentongan: Pengingat Demokrasi Sedang Bermasalah
-
Berdialog dengan Ulama, Anies: Pondok Pesantren harus Setara dengan Sekolah Umum
-
Sosok Ayah Harun Al Rasyid, Sengaja Diundang Anies ke Debat Capres Perdana
-
Kisah Harun Al Rasyid: Korban Tewas Kerusuhan Pemilu 2019 yang Disinggung Anies di Debat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim