Suara.com - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan yang membuat gerah lawan politiknya. Kali ini, mantan capres dua kali pilpres ini mengeluarkan kata-kata 'Ndasmu Etik'.
Bukan tanpa sebab kata-kata tersebut keluar dari mulut Prabowo saat Rakornas Partai Gerindra di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu. Saat itu, ia sedang mengulas soal debat perdana capres di Kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta.
Tetiba dalam tayangan video saat Rakornas Partai Gerindra, Prabowo mengulang perkataan salah satu capres yang mengemukakan soal etik. Hal itu kemudian menjadi bahan Prabowo berstatmen yang membuat perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
"Bagaimana perasaan Mas Prabowo? Soal etik, etik, etik. Ndasmu etik," kata Prabowo dalam video.
Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar pun menyampaikan bahwa pernyataan tersebut merupakan ekspresi becanda Ketum Gerindra tersebut.
"Pak Prabowo senang bercanda, itu becandaan Pak Prabowo ke kader-kader Gerindra, seribu persen bercanda. Pak Prabowo hubungannya dengan Pak Ganjar baik, dengan Pak Anies baik. Bercanda ke sesama sahabat," katanya.
Tentunya hal tersebut mengundang reaksi dari lawan politik hingga komika yang menilai pernyataan tersebut dari masing-masing perspektif yang dirangkum dalam beberapa artikel berikut:
1. Kalem-Kalem Menggelitik, Begini Respons Anies, Cak Imin, hingga Ganjar saat Prabowo Bilang 'Ndasmu Etik'
Debat perdana calon presiden (capres) 2024 ternyata masih menyisakan sejumlah kisah dari para kandidat capres. Terkini, capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang mengungkit pertanyaan dari capres nomor urut 1, Anies Baswedan soal pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Lika-liku Kehadiran Mayor Teddy Pakai Seragam Kampanye Prabowo-Gibran
Dalam cuplikan video saat berlangsung pidato Prabowo di depan kader Partai Gerindra yang beredar di sosial media, ia mengungkit kembali pertanyaan Anies tersebut.
2. Ikut Komentari Ucapan Viral Ndasmu Etik Prabowo Subianto, Pernyataan Arie Kriting Disorot
Viralnya pernyataan ‘ndasmu etik’ dari calon presiden Prabowo Subianto ikut membuat sejumlah publik figur bersuara. Salah satunya komika Arie Kriting, yang melalui akun Twitter atau X pribadinya menilai ada sisi positif dari ucapan Prabowo.
“Terlepas dari segala macam pro kontra dan hal-hal yang kita tidak sepakati dari kubu nomor dua, tapi gestur dan diksi semacam ini sungguh sangat berkesan savage sih,” ujar Arie Kriting, Sabtu (16/12/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!
-
7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas
-
Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!
-
Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI